SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Kontingen Kota Balikpapan untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII di Kabupaten Paser belum ditetapkan secara keseluruhan. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan masih menunggu kepastian nomor pertandingan sebelum menentukan atlet dan cabang olahraga (cabor) yang akan diberangkatkan.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma mengatakan,
penentuan kontingen akan dilakukan bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Balikpapan.
Menurutnya, jumlah atlet nantinya akan mengikuti kebutuhan nomor pertandingan yang tersedia. Pertimbangan anggaran juga menjadi bagian penting dalam menentukan komposisi kontingen.
“Kami telah berkoordinasi dengan KONI Kota Balikpapan untuk melakukan persiapan atlet,” kata Ratih kepada media, Selasa (22/9/2026).
Untuk mendukung keikutsertaan Balikpapan di Porprov Kaltim VIII, Disparpora menyiapkan total anggaran Rp12 miliar. Anggaran tersebut berasal dari Rp2 miliar yang sebelumnya tersedia dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA), ditambah Rp10 miliar melalui pembahasan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan anggaran perubahan 2026.
“Alhamdulillah kami dapat alokasi sebesar Rp10 miliar dengan Rp2 miliar yang ada di DPA, jadi total Rp12 miliar,” ujarnya.
Meski dukungan anggaran telah tersedia, Disparpora belum dapat memastikan jumlah atlet yang akan diberangkatkan. Penetapan masih menunggu technical handbook, peraturan pertandingan, kategori perlombaan, serta petunjuk teknis dari Panitia Besar (PB) Porprov.
“Dokumen tersebut akan menjadi acuan bagi Disparpora dan KONI dalam menentukan nomor pertandingan yang akan diikuti Balikpapan,” terangnya.
Ratih menjelaskan, pemerintah tetap berupaya mengakomodasi cabor yang dipertandingkan dalam Porprov. Namun, keterbatasan anggaran membuat keikutsertaan pada seluruh nomor pertandingan harus disesuaikan dengan kemampuan pembiayaan.
Karena itu, masing-masing cabor diminta mengusulkan nomor pertandingan yang dinilai memiliki peluang prestasi. Seleksi tersebut dilakukan agar anggaran yang tersedia dapat diarahkan untuk mendukung nomor yang berpotensi menghasilkan medali.
“Ya, kami upayakan semua cabor yang diakomodir kami bisa berangkatkan, tapi dengan alokasi yang tersedia,” jelasnya.
Ia menegaskan, seleksi bukan berarti seluruh cabor tidak diberangkatkan. Namun, kategori atau nomor pertandingan yang diikuti akan disesuaikan berdasarkan usulan cabor dan potensi prestasinya.
“Dari semua cabor kami ikutkan, tetapi dengan kategori yang sudah diseleksi dari cabor,” tuturnya.
Ratih membenarkan bahwa peluang perolehan medali menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan nomor pertandingan yang akan diikuti atlet Balikpapan.
Setelah seluruh ketentuan teknis Porprov diterima, Disparpora bersama KONI akan kembali membahas komposisi kontingen. Dari pembahasan tersebut nantinya ditetapkan atlet serta nomor pertandingan yang akan menjadi bagian dari kontingen Balikpapan.
Di sisi lain, Balikpapan tetap menargetkan dapat mempertahankan gelar juara umum pada Porprov Kaltim VIII. Prestasi sebagai juara umum pada Popda sebelumnya diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi para atlet.
“Target pastinya juara umum ya, kami harapkan. Gimana semangat Popda kemarin juara umum, kami bisa pertahankan,” pungkas Ratih. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)


















