SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Kemarau panjang dan fenomena El Nino berdampak langsung terhadap produksi pangan lokal di Kota Balikpapan. Produksi sayuran dan buah-buahan turun hingga 60 persen dibandingkan kondisi normal.
Penurunan produksi tersebut membuat pasokan pangan lokal semakin terbatas. Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas di pasar tradisional, karena produksi dari dalam daerah belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih mengatakan, penurunan produksi terjadi karena sektor pertanian di Balikpapan masih sangat bergantung pada curah hujan sebagai sumber air utama.
“Penurunan produksi sekitar 60 persen dari kondisi normal akibat dampak kemarau panjang,” kata Sri Wahjuningsih kepada awak media, Jumat (25/9/2026).
Menurut dia, penggunaan air bersih dari PDAM untuk membantu sektor pertanian belum memungkinkan. Pasalnya, kebutuhan air bersih masyarakat kota tetap menjadi prioritas utama.
Untuk mengatasi keterbatasan air, DKP3 telah mengusulkan kepada Wali Kota Balikpapan pembangunan sumur bor di sejumlah titik yang dinilai potensial. Pemerintah juga mengusulkan pendistribusian air kepada kelompok tani yang memiliki embung maupun tempat penampungan air.
“Kami juga mengusulkan pendistribusian air kepada kelompok tani yang memiliki embung dan tempat penampungan air,” jelas Yuyun sapaan akrabnya.
Ia menegaskan, penanganan krisis air tersebut akan direalisasikan dalam waktu dekat dan tidak perlu menunggu pengalokasian anggaran pada tahun depan.
Sementara untuk menjaga ketersediaan pangan dalam jangka pendek, DKP3 mengandalkan pasokan dari daerah lain yang memiliki ketersediaan air permukaan lebih memadai. Langkah tersebut terutama dilakukan untuk memenuhi kebutuhan komoditas bahan pokok penting.
“Komoditas buah, sayuran, dan beras 100 persen didatangkan dari luar daerah. Produksi lokal saat ini tidak mampu menutupi kebutuhan warga,” tambah Yuyun.
Menurutnya, kerja sama dengan daerah penghasil pangan tetap berjalan dengan baik melalui peran distributor. Dengan pasokan dari luar daerah tersebut, ketersediaan buah dan sayuran di pasar tradisional hingga swalayan tetap terjaga.
Selain menjaga pasokan, DKP3 juga rutin menggelar Gerakan Pangan Murah sebanyak tiga kali dalam sepekan.
“Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga harga pangan tetap terjangkau di tingkat konsumen,” ungkapnya. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)


















