Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Balikpapan

Balikpapan Perluas Akses Literasi, Pojok Baca Digital Hadir di Ruang Publik

323
×

Balikpapan Perluas Akses Literasi, Pojok Baca Digital Hadir di Ruang Publik

Share this article
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu.
Example 468x60

 

SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperluas akses literasi masyarakat dengan menghadirkan layanan perpustakaan berbasis digital dan konvensional. Melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar), sejumlah pojok baca digital akan ditempatkan di ruang publik sebagai upaya memudahkan masyarakat mengakses bahan bacaan.

Example 300x600

Kepala Dispustakar Balikpapan, Neny Dwi Winahyu mengatakan, penguatan layanan literasi dilakukan melalui dua jalur, yakni perpustakaan fisik dan layanan digital yang dapat diakses kapan saja.

“Masyarakat memiliki dua pilihan akses literasi, yaitu secara konvensional melalui perpustakaan dan secara digital melalui layanan yang kami sediakan,” ujar Neny saat ditemui awak media, Kamis (30/7/2026).

Layanan digital tersebut diperkuat melalui aplikasi iBalikpapan, serta penyediaan pojok baca digital yang akan ditempatkan di sejumlah ruang publik, di antaranya Taman Tiga Generasi dan Taman Bekapai. Kehadiran fasilitas itu diharapkan mampu mendekatkan bahan bacaan kepada masyarakat.

Selain layanan digital, Dispustakar juga mengoptimalkan jaringan perpustakaan yang telah tersedia, mulai dari Perpustakaan Daerah, perpustakaan khusus di tujuh instansi pemerintah, perpustakaan sekolah, hingga perpustakaan yang berada di masjid.

“Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan sejumlah program untuk meningkatkan budaya membaca sejak usia dini. Salah satunya melalui pengembangan literasi keluarga yang menjadi program prioritas pada 2026,” jelasnya.

Menurut Neny, keluarga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan membaca anak. Karena itu, program literasi tidak hanya menyasar sekolah, tetapi juga melibatkan orang tua sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Program tersebut ditujukan bagi anak usia 0 hingga 18 tahun dengan pendekatan yang disesuaikan berdasarkan jenjang usia. Saat ini Dispustakar menjalankan program dongeng keliling untuk siswa sekolah dasar dan akan mengembangkan kegiatan literasi musik bagi pelajar SMA.

“Dispustakar juga mengembangkan Program Anak Literasi Kebanggaan Balikpapan (Alibaba) sebagai upaya memperluas akses membaca bagi anak-anak, sekaligus mendekatkan layanan perpustakaan kepada masyarakat,” terangnya.

Dia menambahkan, penguatan literasi menjadi salah satu arahan Bunda Literasi Kota Balikpapan bersama Wali Kota Balikpapan untuk meningkatkan kegemaran membaca masyarakat secara berkelanjutan.

Sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Balikpapan diharapkan mampu menjadi contoh dalam pengembangan budaya literasi di Kalimantan Timur.

Meski pemerintah daerah tetap memperhatikan indikator Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), tujuan utama program tersebut adalah membangun budaya membaca yang tumbuh secara alami di lingkungan keluarga dan masyarakat. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *