Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Balikpapan

Pemkot Balikpapan Perkuat SDM Pengelola Koperasi Merah Putih untuk Tingkatkan Profesionalisme

336
×

Pemkot Balikpapan Perkuat SDM Pengelola Koperasi Merah Putih untuk Tingkatkan Profesionalisme

Share this article
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat meninjau pembangunan gedung koperasi merah putih.
Example 468x60

 

SAHABATKALTIM, Balikpapan : Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tidak hanya membangun gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang akan mengelola koperasi agar mampu berkembang secara profesional dan berkelanjutan.

Example 300x600

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, seluruh pengurus Koperasi Merah Putih telah mengikuti bimbingan teknis mengenai tata kelola koperasi.

“Materi yang diberikan meliputi pelaksanaan rapat anggota tahunan (RAT), penyusunan laporan keuangan, hingga sistem pengawasan yang melibatkan pihak kelurahan,” jelas Bagus usai meninjau pembangunan gedung koperasi di Balikpapan Timur dan Balikpapan Selatan, Rabu (5/8/2026).

Selain itu, para pengurus juga didorong menyusun strategi pengembangan usaha sesuai potensi masing-masing wilayah. Pemerintah Pusat saat ini juga tengah menyiapkan manajer koperasi, yang nantinya akan ditempatkan di setiap koperasi untuk mendukung pengelolaan usaha yang lebih profesional.

“Dan nantinya akan ditempatkan di setiap koperasi untuk mendukung pengelolaan usaha yang lebih profesional,” kata Bagus.

Menurutnya, para calon manajer telah dibekali kemampuan teknis dalam mengelola koperasi, termasuk menciptakan nilai tambah melalui pengembangan berbagai unit usaha yang sesuai dengan karakteristik wilayah.

Di sisi lain, seluruh Koperasi Merah Putih di Balikpapan telah menjalankan aktivitas operasional sejak 2025. Saat ini terdapat 34 koperasi yang sudah aktif, meski sebagian masih memanfaatkan rumah pengurus maupun kantor kelurahan sebagai lokasi operasional sementara, karena gedung permanen belum seluruhnya selesai dibangun.

“Sebanyak 34 koperasi di Balikpapan sudah berjalan sejak tahun lalu. Jadi mereka tidak menunggu gedungnya selesai dibangun. Kepengurusan sudah aktif, bahkan ada anggota baru yang bergabung,” ujarnya.

Dia menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa program Koperasi Merah Putih tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan kelembagaan dan aktivitas usaha agar manfaat ekonomi dapat segera dirasakan masyarakat.

Sementara itu, pembangunan gedung koperasi terus dipercepat. Hingga awal Agustus 2026, pembangunan telah berlangsung di 11 lokasi. Sebanyak enam gedung telah selesai dibangun, sedangkan lima masih dalam tahap penyelesaian dengan progres antara 60 hingga 90 persen.

Pembangunan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemkot Balikpapan dan Kodim 0905/Balikpapan.

“Kami berterima kasih atas kerja sama yang dilakukan Kodim karena progres pembangunan berjalan dengan baik. Saat ini sudah ada 11 aset yang siap dimanfaatkan. Mudah-mudahan dalam tiga bulan ke depan bisa bertambah 11 bangunan lagi, sehingga total menjadi 22 gedung koperasi dari 34 koperasi yang ada di Balikpapan,” terangnya.

Dalam proses pembangunan, Pemkot masih menghadapi keterbatasan lahan. Namun, sejumlah instansi telah mendukung penyediaan lokasi, di antaranya Otoritas Bandara yang memberikan hak pakai lahan untuk satu unit koperasi.

Pemkot juga mengajukan permohonan penggunaan lahan kepada PT Pertamina untuk lima lokasi tambahan di Kecamatan Balikpapan Kota dan Balikpapan Tengah.

“Jika persetujuan lahan diberikan, pembangunan akan segera dilaksanakan oleh kontraktor,” ungkapnya.

Pemkot Balikpapan menargetkan seluruh 34 gedung Koperasi Merah Putih rampung pada akhir 2026. Optimisme tersebut didukung pemantauan pembangunan yang dilakukan secara intensif oleh pemerintah pusat dan Kodim.

Salah satu koperasi yang telah menunjukkan perkembangan positif berada di Kelurahan Manggar. Koperasi tersebut membukukan omzet sekitar Rp500 juta per bulan melalui kerja sama dengan Perum Bulog dalam penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta pengembangan berbagai unit usaha sesuai potensi wilayah.

“Pemkot terus mendorong pengurus koperasi menghadirkan inovasi usaha agar tidak bergantung pada satu sektor saja, sehingga koperasi dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *