Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Balikpapan

Dispustakar Balikpapan Jadikan Perpustakaan Ruang Belajar dan Pengayaan Literasi Pelajar

337
×

Dispustakar Balikpapan Jadikan Perpustakaan Ruang Belajar dan Pengayaan Literasi Pelajar

Share this article
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu kepada media.
Example 468x60

 

SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar) Kota Balikpapan terus memperluas fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar dan pengembangan literasi bagi pelajar. Tidak hanya menyediakan buku, Dispustakar juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif yang membantu siswa mengembangkan kemampuan membaca, menulis, berbicara, hingga menyampaikan pendapat.

Example 300x600

Upaya tersebut dilakukan melalui program sosialisasi budaya membaca pada 2026 lebih menyasar satuan pendidikan dasar, khususnya sekolah dasar (SD).

Melalui program Anak Literasi Kebanggaan Balikpapan (Alibaba), kegiatan literasi dikemas dengan pendekatan yang menarik dan sesuai dengan karakter anak. Dispustakar juga membawa pendongeng serta mobil perpustakaan keliling untuk mendekatkan layanan kepada siswa.

Kepala Dispustakar Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu menyampaikan, literasi memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca.

“Literasi itu tidak hanya sebatas membaca. Tetapi bagaimana cara berbicara yang baik, cara menulis yang baik, cara menyampaikan pendapat, serta bisa menceritakan kembali buku-buku yang dibacanya,” kata Neny kepada media, Jumat (18/9/2026).

Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar siswa tidak hanya terbiasa membaca, tetapi juga mampu memahami informasi yang diperoleh dan mengomunikasikannya kembali.

Program sosialisasi budaya membaca tersebut telah dilaksanakan di enam sekolah yang masing-masing mewakili enam kecamatan di Balikpapan.

Meski pelaksanaan utama telah dilakukan, Dispustakar masih membuka kesempatan bagi sekolah yang ingin menggelar kegiatan literasi. Dalam kegiatan tersebut, Dispustakar dapat berperan sebagai narasumber maupun menghadirkan pendongeng.

“Kami di Dispustakar dapat terlibat sebagai narasumber maupun menghadirkan pendongeng dalam setiap kegiatan,” ujarnya.

Selain kegiatan sosialisasi, keberadaan mobil perpustakaan keliling menjadi salah satu cara Dispustakar memperkaya akses bacaan siswa. Mobil tersebut membawa koleksi buku tambahan yang dapat melengkapi bahan bacaan yang tersedia di perpustakaan sekolah.

Neny menjelaskan, perpustakaan sekolah umumnya lebih banyak menyediakan buku yang menunjang kebutuhan pembelajaran. Sementara itu, perpustakaan umum dapat memberikan tambahan koleksi dari berbagai bidang pengetahuan umum.

“Kami sebagai perpustakaan umum untuk menambah koleksi bacaan dari sisi ilmu pengetahuan umum lainnya,” jelasnya.

Tidak hanya mendatangi sekolah, Dispustakar juga mengajak pelajar datang langsung melalui program wisata edukasi. Program tersebut terbuka bagi peserta didik mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP hingga SMA.

Dalam wisata edukasi, siswa tidak hanya diperkenalkan dengan layanan perpustakaan, tetapi juga diajak mengenal sejarah dan arsip melalui Galeri Arsip.

Sejumlah sekolah bahkan memanfaatkan kunjungan tersebut sebagai bagian dari pembelajaran, khususnya untuk mata pelajaran sejarah. Para siswa kemudian mendapatkan tugas membuat resume berdasarkan materi yang diperoleh selama berada di Dispustakar.

“Kadang-kadang mereka khusus mata pelajaran sejarah, di mana mereka juga datang ke sini untuk kami perkenalkan sejarah dan arsip. Kemudian mereka membuat resume atas apa yang kami sampaikan atau di galeri ini,” ungkapnya.

Dispustakar juga menyediakan berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Pengunjung dapat mengenal koleksi arsip dan sejarah, mengikuti sosialisasi budaya membaca, maupun menggunakan ruang baca.

“Untuk memberikan kenyamanan sesuai kelompok usia, ruang baca di Dispustakar telah dibedakan menjadi ruang baca khusus anak dan ruang baca umum,” sambungnya.

Dia mengajak sekolah maupun masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai bagian dari kegiatan belajar dan pengembangan wawasan.

“Silakan datang wisata edukasi ke sini. Ada yang bisa melihat arsip, sejarah, kemudian bisa juga memperoleh sosialisasi budaya membaca dari kami, kemudian bisa menikmati fasilitas di perpustakaan,” pungkasnya. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *