Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Balikpapan

Gembira Ceria Tak Sekadar Menanam, Balikpapan Bentuk Karakter Peduli Lingkungan Sejak Dini

327
×

Gembira Ceria Tak Sekadar Menanam, Balikpapan Bentuk Karakter Peduli Lingkungan Sejak Dini

Share this article
Bunda Paud Kota Balikpapan, Nurlena di dampingi Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud simbolis lakukan penanaman pohon di Masjid Balikpapan Islamic Center.
Example 468x60

 

SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Sebanyak 421 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kota Balikpapan terlibat dalam Gerakan Menanam Bersatu, Ciptakan Generasi Peduli dan Lingkungan (Gembira Ceria).

Example 300x600

Dalam kegiatan tersebut, satuan PAUD turut menyumbangkan sekitar 4.200 bibit tanaman sebagai bagian dari upaya mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan kepada anak sejak usia dini.

Program yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Balikpapan itu diluncurkan di halaman Masjid Balikpapan Islamic Center (BIC), Sabtu (22/8/2026).

Bunda PAUD Kota Balikpapan, Nurlena Rahmad Mas’ud mengatakan, keterlibatan ratusan satuan PAUD dalam Gembira Ceria diharapkan tidak berhenti pada kegiatan menanam secara serentak.

Menurutnya, anak-anak perlu mendapatkan pengalaman langsung agar kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Hari ini anak-anak kami tidak hanya belajar menanam, tetapi juga menyentuh tanah, mengenal bibit, menyiram, dan merawatnya,” ujar Nurlena.

Ia menjelaskan, aktivitas sederhana seperti menanam dan merawat tanaman dapat menjadi sarana pembelajaran bagi anak. Dari satu bibit, anak-anak dapat memahami bahwa sesuatu yang tumbuh dan memberikan manfaat membutuhkan proses, kesabaran, perhatian, dan tanggung jawab.

Karena itu, Gembira Ceria dirancang tidak hanya sebagai kegiatan penanaman. Anak-anak nantinya diharapkan terus mengamati dan merawat tanaman hingga mengenal proses pertumbuhan, memanen, serta memanfaatkan hasilnya.

“Dengan demikian, Gembira Ceria bukan sekadar gerakan menanam pohon. Ini adalah gerakan pengalaman, menanam kebiasaan baik, dan menanam karakter pada diri anak,” katanya.

Pelaksanaan Gembira Ceria turut didukung sejumlah perangkat daerah dan pihak lainnya. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan menyiapkan 429 bibit tanaman yang terdiri dari matoa, jeruk siam, rambutan, dan sawo.

Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan memberikan bibit tanaman berupa cabai, terong, dan tomat, masing-masing sebanyak 450 bibit di setiap kecamatan.

“Kemudian dari Enuma menyediakan 250 bibit tanaman. Sementara Kepala Penerbit Erlangga memberikan dukungan berupa pupuk untuk menunjang kegiatan penanaman,” terangnya.

Nurlena menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat, terutama 421 satuan PAUD yang berpartisipasi dan menyumbangkan sekitar 4.200 bibit tanaman.

Ia berharap dukungan tersebut dapat memperluas kegiatan penghijauan, sekaligus memberikan pengalaman baru bagi anak-anak dalam mengenal lingkungan.

Nurlena menegaskan, keberhasilan Gembira Ceria tidak hanya diukur dari banyaknya bibit yang ditanam pada hari peluncuran.

“Hal yang lebih penting adalah keberlanjutan kegiatan tersebut di masing-masing satuan PAUD,” imbuhnya.

Ia berharap Gembira Ceria dapat menjadi gerakan yang terus dilakukan, sehingga lingkungan satuan PAUD di Balikpapan semakin hijau dan ramah bagi anak.

“Bunda berpesan, rawatlah tanaman yang kalian tanam. Jagalah lingkungan sekitar. Teruslah menjadi anak-anak yang senang belajar, senang berbagi, dan senang menjaga lingkungan,” pesannya.

Menurutnya, semakin banyak anak yang mendapatkan pengalaman menanam dan merawat tanaman, semakin besar pula peluang tumbuhnya kebiasaan peduli lingkungan sejak dini.

“Semoga semakin banyak anak yang memiliki pengalaman menanam. Semakin banyak lingkungan PAUD yang hijau dan ramah anak. Dan semakin kuat pula kesadaran kita bersama untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.

Nurlena menambahkan, pembiasaan menjaga lingkungan sejak usia dini merupakan salah satu bagian dari upaya mempersiapkan generasi masa depan yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *