Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Balikpapan

MBG Balikpapan Baru 42,57 Persen, Pemkot Usulkan Penambahan SPPG

332
×

MBG Balikpapan Baru 42,57 Persen, Pemkot Usulkan Penambahan SPPG

Share this article
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui awak media di lapangan.
Example 468x60

 

SAHABATKALTIM, Balikpapan : Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Balikpapan belum menjangkau seluruh kelompok sasaran. Hingga 17 Agustus 2026, penerima manfaat tercatat sekitar 82 ribu orang dari total sasaran hampir 194 ribu orang.

Example 300x600

Artinya, cakupan program MBG di Balikpapan baru mencapai 42,57 persen. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan untuk mempercepat penambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), terutama di wilayah yang masih menghadapi persoalan stunting.

Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, Pemkot telah menindaklanjuti hasil pemantauan di lapangan dengan mengundang Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kaltimtara dan Koordinator Cabang BGN Balikpapan.

Pertemuan tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran terbaru mengenai perkembangan SPPG di Balikpapan, baik yang sudah beroperasi maupun yang masih dalam tahap persiapan.

“Yang pertama adalah informasi mengenai berapa yang sudah beroperasi dan masih proses,” ujar Bagus saat dikonfirmasi media, Sabtu (22/8/2026).

Bagus menjelaskan, saat ini terdapat 36 SPPG yang telah beroperasi di Balikpapan. Selain itu, dua SPPG masih dalam status suspensi, sedangkan 10 SPPG lainnya berada dalam tahap pengerjaan.

Dengan demikian, terdapat 46 SPPG yang telah beroperasi maupun masih dalam proses pembangunan atau persiapan. Namun, sejumlah usulan penambahan SPPG masih menunggu keputusan dari BGN di tingkat pusat.

“Kondisi tersebut tidak terlepas dari proses reorganisasi dan restrukturisasi yang tengah berlangsung di tingkat pusat,” jelasnya.

Ia mengatakan, BGN juga masih melakukan pemantauan terhadap sejumlah dapur SPPG, termasuk memastikan proses penyiapan makanan memenuhi ketentuan yang berlaku.

Adapun dua SPPG yang saat ini disuspensi masih harus memenuhi sejumlah persyaratan sebelum dapat kembali beroperasi.

“Saya lihat hanya dua saja dan kami juga berharap mereka sudah diberikan solusi, dan sudah mengikuti arahan dari BGN dan insyaallah dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa beroperasi kembali,” katanya.

Pemkot Balikpapan menilai penambahan SPPG menjadi salah satu langkah penting untuk memperluas penerima manfaat MBG. Karena itu, Pemkot berencana mengusulkan kepada pemerintah pusat agar kebijakan moratorium penambahan dapur SPPG dapat ditinjau kembali.

Bagus mengatakan, penambahan SPPG terutama dibutuhkan di wilayah yang masih memiliki persoalan stunting cukup tinggi. Dengan bertambahnya kapasitas dapur, lebih banyak siswa dan kelompok sasaran lainnya diharapkan dapat menerima manfaat program MBG.

“Karena kami ingin di daerah yang stunting maksimal itu, kami berikan supaya moratorium itu bisa dicabut. Sehingga bisa lebih besar atau lebih banyak lagi siswa yang mendapatkan manfaat,” tuturnya.

Selain siswa, sasaran program MBG di Balikpapan juga mencakup kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia yang masuk dalam kelompok sasaran 3B.

Tidak hanya menambah jumlah penerima, Pemkot Balikpapan juga mendorong agar pelaksanaan MBG diikuti dengan evaluasi yang dapat mengukur dampak program terhadap penerima manfaat.

Wawali menilai, penggunaan anggaran yang besar untuk program MBG perlu diimbangi dengan data mengenai manfaat yang diperoleh anak-anak setelah menerima makanan bergizi secara rutin.

“Evaluasi tersebut dapat mencakup perkembangan berat dan tinggi badan, kondisi kesehatan, stamina, hingga perkembangan prestasi siswa,” terangnya.

Sebagai bagian dari evaluasi, Pemkot Balikpapan berencana mendorong penyusunan laporan perkembangan siswa. Laporan tersebut nantinya dapat menjadi gambaran mengenai perubahan kondisi siswa setelah mendapatkan manfaat MBG.

Dia menegaskan, evaluasi tersebut tidak dimaksudkan untuk menambah beban administrasi kepala sekolah maupun guru. Laporan yang dibuat diharapkan lebih berfungsi sebagai contoh atau gambaran perkembangan anak setelah mendapatkan makanan bergizi.

“Paling tidak setiap sekolah ada contoh untuk laporan perkembangan mengenai makan bergizi gratis ini terhadap perkembangan stamina, perkembangan tumbuh kembang anak-anak sekolah kita,” pungkasnya.

Dengan cakupan penerima yang baru mencapai 42,57 persen, Pemkot Balikpapan berharap penambahan SPPG dapat segera dilakukan, sehingga program MBG mampu menjangkau lebih banyak anak dan kelompok sasaran, sekaligus memberikan dampak yang dapat diukur terhadap kesehatan dan tumbuh kembang mereka. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *