Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Balikpapan

Cegah Perundungan, Wawali Minta Orang Tua dan Guru Perkuat Komunikasi dengan Anak

322
×

Cegah Perundungan, Wawali Minta Orang Tua dan Guru Perkuat Komunikasi dengan Anak

Share this article
Pemerintah Kota Balikpapan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang dirangkai dengan Rapat Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) dan advokasi perlindungan anak.
Example 468x60

 

SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Komunikasi yang terbuka antara orang tua, guru, dan anak dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam mencegah perundungan (bullying), kekerasan, hingga berbagai perilaku berisiko pada anak dan remaja.

Example 300x600

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang dirangkai dengan Rapat Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) dan advokasi perlindungan anak, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, anak-anak saat ini menghabiskan sebagian besar waktunya di luar rumah. Karena itu, pengawasan dan pendampingan tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga sekolah dan lingkungan sekitar.

“Hampir 10 hingga 12 jam anak-anak berada di luar jangkauan orang tua. Karena itu kami berharap selain keluarga, guru juga menjadi pendamping yang dapat mengawasi sekaligus memberikan motivasi agar anak-anak terhindar dari kekerasan maupun perundungan di lingkungan sekolah,” ujar Bagus usai kegiatan.

Ia mengatakan, tantangan yang dihadapi anak pada era digital semakin kompleks. Berbagai persoalan seperti perundungan, kekerasan terhadap anak, hingga pergaulan yang berisiko membutuhkan perhatian bersama agar tidak berdampak pada tumbuh kembang mereka.

“Untuk itu, kami mengajak para orang tua agar tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga menjadi tempat bercerita yang nyaman bagi anak,” imbuhnya.

Menurutnya, komunikasi yang hangat dan terbuka akan memudahkan orang tua mengetahui persoalan yang sedang dihadapi anak, sehingga dapat memberikan solusi sejak dini.

“Yang paling penting adalah bagaimana kami sebagai orang tua bersama pemerhati anak terus memberikan pendidikan keluarga, pendidikan agama, serta membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak,” katanya.

Dirinya mengimbau anak-anak agar tidak ragu menyampaikan setiap persoalan yang dihadapi kepada orang tua maupun guru. Dengan komunikasi yang baik, berbagai masalah dapat diselesaikan lebih cepat sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Di sisi lain, Bagus mengingatkan para orang tua untuk meluangkan waktu mendengarkan keluh kesah anak di tengah kesibukan sehari-hari.

“Komunikasi yang terjalin dengan baik akan membantu orang tua memahami persoalan yang dihadapi anak sejak dini, sehingga dapat memberikan pendampingan dan solusi yang tepat,” jelasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan usai Pemkot Balikpapan menggelar Rapat Gugus Tugas KLA yang dirangkai dengan advokasi pencegahan perundungan. Kegiatan menghadirkan dokter spesialis kebidanan Triseno Aji dan psikolog Patricia Rahmawati sebagai narasumber yang membahas berbagai tantangan perlindungan anak, khususnya bagi remaja usia 11 hingga 18 tahun.

Selain memperkuat edukasi mengenai perlindungan anak, Pemerintah Kota Balikpapan juga terus berupaya meningkatkan kualitas pemenuhan hak anak.

“Tahun 2026, Balikpapan berhasil meraih predikat Utama dalam penilaian KLA dan menargetkan peningkatan menjadi predikat Paripurna pada tahun mendatang,” terangnya.

Momentum Hari Anak Nasional 2026 pun diharapkan menjadi pengingat bahwa perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif keluarga, sekolah, dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *