SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyiapkan sejumlah langkah untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses air bersih di tengah berkurangnya pasokan air baku akibat fenomena El Nino.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah menyediakan tiga terminal tangki air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat ketika terjadi gangguan distribusi.
Direktur Teknik PTMB, Mohamad Kohirudin mengatakan, tiga terminal tangki tersebut berada di Balikpapan Barat, Balikpapan Selatan, dan Balikpapan Utara. Keberadaan terminal ini menjadi bagian dari langkah mitigasi PTMB menghadapi kondisi kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026.
“Kita melakukan upaya-upaya supaya air masih bisa diakses oleh masyarakat Balikpapan. Harapannya semua bisa terlayani dengan baik di tengah kondisi El Nino yang cukup berat di tahun 2026,” ujar Kohirudin dalam kegiatan press rilis, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Balikpapan Timur. Di kawasan tersebut, kapasitas air mengalami penurunan hingga sekitar 50 persen.
Untuk mengantisipasi kondisi itu, PTMB akan memaksimalkan terminal tangki yang berada di Balikpapan Selatan, tepatnya di Jalan MT Haryono, depan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
“Terminal tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat Balikpapan Selatan, tetapi juga akan mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih di Balikpapan Timur,” lanjutnya.
Sementara itu, terminal tangki di Balikpapan Utara akan difokuskan untuk membantu masyarakat di wilayah utara yang juga masuk dalam kawasan kritis.
Adapun terminal di Balikpapan Barat akan digunakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. PTMB mencatat pelayanan air bersih di kawasan Balikpapan Barat sejak awal memang belum maksimal.
“Untuk masyarakat Balikpapan Kota dan Balikpapan Tengah, kebutuhan air melalui tangki juga akan mendapat dukungan dari terminal yang berada di Balikpapan Selatan,” imbuhnya.
Langkah mitigasi tersebut dilakukan setelah PTMB harus mengurangi pengambilan air baku dari Waduk Manggar dan Waduk Tritip.
Pembatasan tersebut mulai diberlakukan sejak 1 September 2026 berdasarkan instruksi Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV di Samarinda.
Kohirudin menjelaskan, pengambilan air baku dari Waduk Manggar yang sebelumnya mencapai 1.150 liter per detik kini dibatasi menjadi 900 liter per detik. Dengan demikian, terdapat pengurangan sekitar 250 liter per detik. Sementara pengambilan air baku dari Waduk Tritip turun dari 220 liter per detik menjadi 110 liter per detik.
“Jadi ketika diakumulasi dari dua sumber air baku tersebut sekitar 360 liter per detik. Kondisi ini tentu membuat pelayanan akan terganggu,” jelasnya.
Pengurangan pasokan tersebut diperkirakan berdampak terhadap sekitar 38 ribu sambungan rumah (SR).
Meski demikian, PTMB memastikan kondisi tersebut bukan berarti masyarakat sepenuhnya tidak mendapatkan aliran air. Dampak yang paling mungkin dirasakan pelanggan adalah berkurangnya durasi pelayanan.
“Ini bukan berarti mati sama sekali, tetapi jam pelayanannya berkurang. Yang mungkin awalnya bisa 24 jam, bisa turun dari kurang dari 24 jam,” ungkapnya.
PTMB juga berupaya melakukan pemerataan distribusi agar wilayah yang mengalami gangguan tetap memperoleh pelayanan. Di tengah keterbatasan pasokan air baku, PTMB meminta masyarakat tidak panik dan mulai menyesuaikan penggunaan air.
Masyarakat disarankan menyiapkan tampungan air secukupnya untuk kebutuhan rumah tangga selama beberapa hari. Namun, PTMB mengingatkan agar warga tidak menyimpan air secara berlebihan.
“Kami juga mengajak masyarakat menghemat penggunaan air karena kondisi kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026,” paparnya.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan dalam rapat terakhir, kondisi kemarau yang disertai El Nino masih berpotensi terjadi hingga Oktober.
“Harapannya kami bisa menjaga konsumsi air ini, jangan terlalu berlebihan. Jadi bijaksana menggunakan air, sehingga sampai dengan Oktober nanti masih punya air yang cukup untuk bisa digunakan untuk proses di rumah tangga,” pungkasnya.
Di sisi lain, PTMB masih menunggu surat keterangan kondisi darurat dari Wali Kota Balikpapan. Surat tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah mitigasi perusahaan dalam menghadapi dampak kekeringan.
Dengan berbagai langkah tersebut, PTMB berharap akses air bersih masyarakat tetap terjaga meski ketersediaan air baku mengalami penurunan. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)


















