Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Balikpapan

Waduk Balikpapan Mulai Surut, PTMB Perkuat Sumber Air Alternatif Hadapi Kemarau

338
×

Waduk Balikpapan Mulai Surut, PTMB Perkuat Sumber Air Alternatif Hadapi Kemarau

Share this article
Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), Yudhi Saharuddin
Example 468x60

 

SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mulai menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menyusul penurunan debit waduk akibat kemarau yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, ketersediaan air baku untuk kebutuhan masyarakat hingga Agustus 2026 masih dinilai aman.

Example 300x600

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin mengatakan, waduk masih mampu menyuplai sekitar 1.000 liter air per detik. Namun, angka tersebut berpotensi menurun apabila hujan tidak kembali turun dalam beberapa bulan ke depan.

“Sudah dua minggu ini tidak ada hujan. Kami terus memantau waduk. Memang sudah mengalami penurunan debit, tetapi sampai Agustus ini kami masih mengambil air sekitar 1.000 liter per detik,” ucap Yudhi kepada media, Selasa (18/8/2026).

Ketinggian air waduk saat ini berada di sekitar 9,5 meter. Kondisi tersebut lebih rendah dibandingkan ketinggian normal yang dapat mencapai 12 meter.

PTMB bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) telah menyusun pola pengambilan air untuk menjaga ketersediaan air baku selama musim kemarau.

“Jika kondisi kering terus berlanjut hingga akhir tahun, kapasitas pengambilan air akan disesuaikan secara bertahap,” jelasnya.

Dalam kondisi normal, pengambilan air mencapai sekitar 1.150 liter per detik. Namun, jika tidak ada tambahan pasokan dari hujan, kapasitas tersebut diperkirakan hanya sekitar 75 persen hingga Desember mendatang.

“Kemungkinan nanti sampai Desember, kalau tidak ada hujan, kami hanya bisa mengambil sekitar 75 persen dari biasanya,” ujarnya.

Meski debit menurun, PTMB menyebut kapasitas tampungan waduk saat ini lebih baik dibandingkan sebelumnya. Pengerukan yang telah dilakukan membuat ruang penyimpanan air bertambah, sehingga cadangan air dapat dipertahankan lebih lama.

“Kami punya pengalaman tahun 2024 dan mudah-mudahan tahun 2026 ini bisa kami lewati dengan aman,” harap Yudhi.

Mengantisipasi kemungkinan berkurangnya pasokan dari waduk, PTMB tidak hanya mengandalkan sumber air utama. Sejumlah sumber air alternatif mulai diperkuat, termasuk sumur yang tersebar di beberapa wilayah Balikpapan.

Sepanjang 2025, PTMB menambah hampir 10 sumur yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air alternatif.

“Sumur tersebut tersebar di Balikpapan Timur, Balikpapan Utara, Balikpapan Kota, dan Balikpapan Barat,” lanjutnya.

PTMB juga menjajaki pemanfaatan sumur milik masyarakat di kawasan Kampung Baru. Sumber air tersebut diperkirakan memiliki potensi debit sekitar 20 liter per detik dan dapat membantu memenuhi kebutuhan air warga di kawasan sekitar.

“Kemarin kami juga kunjungan ke salah satu sumur di Kampung Baru. Itu sebagai salah satu alternatif untuk membantu masyarakat sekitar,” terangnya.

Sumber air alternatif lainnya yang tengah dipersiapkan adalah Embung Wain. PTMB telah berkoordinasi dengan pihak kehutanan untuk membahas pemanfaatan sumber air tersebut.

Yudhi berharap pemanfaatan Embung Wain dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Air dari embung nantinya berpotensi diolah menggunakan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile sebelum disalurkan kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan bulan depan kami sudah ada alternatif lain berupa bendali atau Embung Wain. Kemarin kami sudah rapat dengan kehutanan agar segera bisa kami kelola, sehingga kemudian bisa dialihkan ke masyarakat,” tambahnya.

Selain memperkuat sumber air, PTMB juga menyiapkan jalur distribusi alternatif jika terjadi gangguan pasokan melalui jaringan perpipaan.

Jumlah armada mobil tangki yang disiapkan PTMB kini bertambah dua unit. Sebelumnya, perusahaan memiliki 12 unit armada pengangkut air. Mobil tangki tersebut akan dikerahkan ke wilayah yang mengalami kekurangan air, apabila pasokan melalui jaringan perpipaan tidak mencukupi.

“Kalau benar-benar kami mengalami kekurangan melalui perpipaan, langsung kami antar melalui tangki,” tegasnya.

PTMB juga meminta masyarakat melaporkan wilayah yang mengalami kesulitan air. Laporan tersebut diperlukan agar distribusi menggunakan mobil tangki dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

Sementara itu, Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud memastikan pemerintah daerah tetap memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat di tengah potensi kemarau berkepanjangan.

Menurut Rahmad, pelayanan yang berkaitan langsung dengan masyarakat, termasuk pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, tetap menjadi prioritas pemerintah daerah meski terdapat penyesuaian anggaran.

“Untuk program yang berhubungan langsung dengan masyarakat, insyaallah itu menjadi prioritas. Kalau toh yang dipotong, masalah pendidikan, kesehatan, infrastruktur tidak akan dipotong,” ungkapnya.

Terkait kebutuhan air baku, Rahmad menyebut kondisi saat ini masih aman. Namun, pemerintah bersama PTMB terus mencari sumber air tambahan untuk mengantisipasi jika musim kering berlangsung lebih lama.

Selain penambahan sumur bor, teknologi desalinasi air juga masuk dalam opsi yang tengah dikaji sebagai alternatif sumber air bagi Balikpapan.

Dengan sejumlah langkah tersebut, Pemkot Balikpapan dan PTMB berupaya menjaga pasokan air bersih tetap tersedia.

“Sekaligus mengurangi risiko gangguan layanan apabila kemarau berlangsung hingga akhir tahun,” pungkasnya. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *