SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Kondisi cuaca yang semakin kering di Balikpapan membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta bijak menggunakan air sekaligus menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menyampaikan, kondisi kering yang mulai dirasakan saat ini perlu diantisipasi sejak dini. Selain berpotensi memengaruhi ketersediaan air bersih, cuaca kering juga membuat lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar.
Bagus mengatakan, pemerintah sebenarnya telah mengantisipasi potensi dampak El Nino sejak beberapa bulan lalu. Ia berharap hujan masih turun dalam waktu dekat, sehingga kondisi kering tidak berlangsung semakin panjang.
“Saya sudah ngomong tiga bulan yang lalu terkait El Nino ini dan sekarang sudah kejadian. Mudah-mudahan dalam satu minggu tetap masih hujan,” kata Bagus kepada media, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, kawasan yang memiliki banyak vegetasi dan lahan terbuka perlu mendapat perhatian lebih selama periode kering. Api yang berasal dari aktivitas sehari-hari, seperti membakar sampah atau membuang puntung rokok sembarangan, dapat dengan cepat menyebar ketika kondisi lingkungan kering.
Karena itu, masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan maupun wilayah utara Balikpapan diminta tidak melakukan pembakaran terbuka.
“Jangan membakar sampah, jangan membuang puntung rokok di sembarang tempat, terutama di daerah hutan,” tegasnya.
Pemkot Balikpapan juga memberikan perhatian terhadap munculnya asap di sekitar kawasan pinggir tol. Kemunculan asap tersebut menjadi perhatian karena terjadi saat kondisi cuaca relatif kering dan berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Di sisi lain, cuaca kering juga dapat berdampak pada ketersediaan air bersih. Masyarakat diminta mulai mengurangi penggunaan air yang tidak diperlukan, dan menggunakan air secara bijak sebagai langkah antisipasi jika periode tanpa hujan berlangsung lebih lama.
Bagus meminta warga yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air segera melapor kepada Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Laporan tersebut diperlukan agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat, termasuk kemungkinan pendistribusian air menggunakan mobil tangki.
“Kalau misalnya kesulitan air, lapor ke PTMB, nanti mungkin akan ada dropping truck,” ujarnya.
Ia juga berharap PTMB telah menyiapkan skema mitigasi untuk menjaga pelayanan air bersih kepada masyarakat selama kondisi cuaca kering. Pemerintah, kata dia, tidak ingin kondisi tersebut menyebabkan kebutuhan air untuk rumah tangga terganggu.
“Jangan sampai masyarakat merasa kesulitan dan akhirnya tidak mendapatkan air untuk rumah tangga,” jelasnya.
Untuk memperkuat pencegahan di tingkat lingkungan, Bagus meminta camat, lurah, hingga ketua RT turut menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Edukasi dinilai penting agar kewaspadaan terhadap risiko kebakaran dan penggunaan air secara bijak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Warga juga diminta menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran sembarangan, serta memastikan peralatan listrik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.
“Hal tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah potensi kebakaran selama cuaca kering,” terangnya.
Bagus menegaskan, menghadapi potensi dampak El Nino membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah menyiapkan langkah mitigasi, sementara masyarakat diharapkan ikut menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan di wilayah masing-masing.
“Ini sudah kami antisipasi dan pihak PTMB juga mestinya sudah mempunyai mitigasi-mitigasi,” pungkasnya. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)


















