SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Balikpapan mendorong para kader untuk memaknai kemerdekaan melalui karya dan pengabdian kepada masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua TP PKK Kota Balikpapan, Hj. Nurlena, dalam kegiatan PKK Berkebaya yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati melalui kegiatan seremonial. Semangat perjuangan perlu diteruskan melalui peran nyata masyarakat, termasuk kader PKK dalam membantu keluarga dan lingkungan sekitarnya.
“Memaknai kemerdekaan tidak hanya dengan mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga mengisinya dengan karya dan pengabdian. Dari keluarga yang kuat akan lahir bangsa yang kuat,” ujar Nurlena.
Ia mengatakan, PKK memiliki peran penting karena menjadi mitra pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Melalui 10 Program Pokok PKK, kader ikut berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Peran tersebut mencakup penguatan ketahanan keluarga, peningkatan kesehatan dan kesejahteraan, pemberdayaan perempuan, hingga mendukung terciptanya generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mencintai tanah air.
“PKK sangat bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Kami adalah mitra pemerintah, sekaligus ujung tombak yang langsung hadir di tengah masyarakat,” katanya.
Untuk memperkuat semangat kebersamaan, peringatan kemerdekaan tahun ini dikemas melalui kegiatan PKK Berkebaya. Para kader mengikuti sejumlah perlombaan, mulai dari Melodi Perjuangan, Pesona Rimpang Nusantara, inovasi produk perca, PKK Membalut Perjuangan, hingga busana Kebaya Merdeka.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana pelestarian budaya. Nurlena menilai kebaya tidak hanya sebagai pakaian tradisional, tetapi juga bagian dari identitas perempuan Indonesia yang anggun dan santun sekaligus kuat dalam menjalankan perannya.
“Penggunaan kebaya menjadi salah satu cara untuk mengenalkan dan melestarikan budaya, sekaligus menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada para kader,” imbuhnya.
Selain itu, kegiatan yang dikemas lebih santai tersebut diharapkan dapat mempererat hubungan antarkader. Menurut Nurlena, kekompakan menjadi salah satu modal penting dalam menjalankan berbagai program PKK di tengah masyarakat.
Ia juga mengingatkan para kader agar tidak menjadikan prestasi sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan organisasi. Kata dia, capaian yang diraih merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kerja keras, disiplin, pengorbanan, dan kebersamaan.
“Prestasi bukanlah sesuatu yang harus dikejar semata. Yang terpenting adalah prosesnya. Di balik sebuah keberhasilan ada kerja keras, disiplin, dan semangat yang luar biasa dari seluruh kader PKK,” tuturnya.
Nurlena berharap semangat gotong royong yang dibangun melalui kegiatan tersebut dapat terus diterapkan dalam pelaksanaan program PKK. Dengan begitu, kader tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat langsung bagi keluarga dan masyarakat.
“Dengan semangat tersebut, PKK diharapkan dapat terus menjadi penggerak pemberdayaan keluarga dan perempuan, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Balikpapan yang semakin maju dan sejahtera,” pungkasnya. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)


















