Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Balikpapan

Balikpapan Minta Tambahan Revitalisasi Sekolah, Target 50 Sekolah Diperbaiki Pada 2027 Mendatang

280
×

Balikpapan Minta Tambahan Revitalisasi Sekolah, Target 50 Sekolah Diperbaiki Pada 2027 Mendatang

Share this article
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud
Example 468x60

 

SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan berharap pemerintah pusat menambah jumlah sekolah yang mendapatkan program revitalisasi pada tahun mendatang. Setelah memperoleh bantuan perbaikan untuk 10 sekolah pada periode 2025-2026, Pemkot menargetkan sedikitnya 50 sekolah dapat direvitalisasi guna mempercepat peningkatan kualitas sarana pendidikan.

Example 300x600

Harapan tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud saat menerima kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, Jumat (5/6/2026).

Rahmad mengatakan, kondisi sarana dan prasarana sekolah yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas pendidikan. Karena itu, dukungan pemerintah pusat melalui program revitalisasi dinilai masih sangat dibutuhkan.

“Tahun ini ada 10 sekolah yang mendapatkan revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kami berharap tahun depan jumlahnya bisa bertambah, minimal 50 sekolah,” kata walikota Balikpapan.

Menurutnya, peningkatan jumlah sekolah yang direhabilitasi akan mempercepat pemerataan kualitas fasilitas pendidikan di Balikpapan. Ia menegaskan, pembangunan sektor pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan anggaran daerah, tetapi memerlukan kolaborasi dengan pemerintah pusat.

“Kami sudah menyampaikan langsung usulan tersebut kepada Pak Menteri. Mudah-mudahan tahun depan jumlah sekolah yang mendapat revitalisasi bisa lebih banyak,” harapannya.

Selain mengusulkan penambahan revitalisasi sekolah, Pemkot Balikpapan juga terus memperkuat pembangunan sektor pendidikan melalui berbagai program. Salah satunya adalah pelaksanaan wajib belajar 13 tahun yang mencakup satu tahun pendidikan pra-sekolah.

Program yang diatur dalam Peraturan Wali Kota Balikpapan Nomor 24 Tahun 2025 itu bertujuan memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan sejak usia dini hingga jenjang menengah.

“Pemerintah pusat turut mendukung program tersebut melalui bantuan dana sebesar Rp100 juta untuk pelaksanaan wajib belajar satu tahun pra-sekolah,” jelasnya.

Di sisi lain, Balikpapan juga mendapatkan dukungan dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi. Pada 2025, pemerintah pusat menyalurkan 423 unit papan interaktif, 423 laptop, dan 423 hard disk eksternal untuk mendukung digitalisasi pembelajaran di sekolah.

Menurutnya, transformasi digital di sektor pendidikan menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.

“Pemanfaatan teknologi dinilai penting untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar, sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan,” lanjutnya.

Upaya peningkatan layanan pendidikan juga dilakukan melalui pembangunan sekolah baru. Sejak 2022 hingga 2026, Pemkot Balikpapan telah membangun enam SMP baru, satu SD, dan satu PAUD.

Selain itu, sebanyak 497 paket revitalisasi dan rehabilitasi sekolah telah dilaksanakan dalam periode yang sama.

“Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat agar percepatan pembangunan sarana pendidikan dan digitalisasi pembelajaran dapat berjalan lebih optimal,” tutupnya. (Adv/Din)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *