SAHABATKALTIM, Balikpapan : Masa libur sekolah tidak hanya menjadi waktu rekreasi bagi keluarga, tetapi juga membawa berkah bagi pelaku usaha di Kota Balikpapan. Meningkatnya kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan, tempat wisata, hingga lokasi hiburan turut menggerakkan roda perekonomian daerah.
Ramainya aktivitas selama musim liburan berdampak langsung pada berbagai sektor usaha, mulai dari kuliner, transportasi, perhotelan, hingga Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kondisi ini menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan pendapatan di tengah tingginya mobilitas masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma mengatakan, peningkatan aktivitas masyarakat mulai terlihat sejak awal periode libur sekolah.
“Beberapa sekolah memang sudah memasuki masa libur, sementara sebagian lainnya masih berproses. Namun sejak hari pertama, pusat perbelanjaan dan mal sudah terlihat ramai dikunjungi masyarakat,” kata Ratih kepada media, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, tingginya kunjungan tidak lepas dari berbagai program hiburan yang disiapkan pengelola pusat perbelanjaan selama musim liburan. Beragam kegiatan seperti lomba, pertunjukan seni, hingga atraksi keluarga menjadi daya tarik bagi pengunjung.
Fenomena tersebut menunjukkan perubahan fungsi pusat perbelanjaan yang kini tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga ruang rekreasi bagi keluarga yang memilih menghabiskan liburan di dalam kota.
“Mal saat ini menjadi salah satu destinasi favorit keluarga, karena menawarkan berbagai aktivitas yang menarik selama libur sekolah,” ucapnya.
Dia menjelaskan, meningkatnya jumlah pengunjung berpotensi menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah. Semakin tinggi tingkat kunjungan, semakin besar pula peluang transaksi yang terjadi di sektor usaha pendukung.
Kondisi ini juga diyakini dapat memberikan kontribusi positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor pariwisata dan jasa yang mengalami peningkatan aktivitas selama masa liburan.
“Momentum libur sekolah menjadi peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Tidak hanya sektor wisata yang merasakan manfaatnya, tetapi juga pelaku usaha dan masyarakat yang terlibat dalam rantai ekonomi tersebut,” terangnya.
Meski demikian, Disparpora mengingatkan seluruh pengelola destinasi wisata agar tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan di tengah meningkatnya jumlah pengunjung.
“Lonjakan pengunjung harus diimbangi dengan pengawasan yang lebih baik terhadap fasilitas, wahana permainan, dan sistem keamanan. Keselamatan wisatawan harus menjadi prioritas,” tegas Ratih.
Dirinya menambahkan, kenyamanan dan keamanan pengunjung menjadi faktor penting dalam menjaga citra Balikpapan sebagai destinasi wisata keluarga. Pengalaman positif selama berlibur diharapkan dapat mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung di masa mendatang.
Selama periode libur sekolah, Pemerintah Kota Balikpapan juga akan melakukan pemantauan terhadap tingkat kunjungan di sejumlah destinasi wisata guna mengukur dampak ekonomi yang dihasilkan.
“Harapannya, peningkatan kunjungan selama libur sekolah tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan mendukung peningkatan PAD Kota Balikpapan,” pungkasnya. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)


















