SAHABATKALTIM, Balikpapan : Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memastikan kebijakan efisiensi anggaran tidak akan mengurangi kualitas pelayanan publik maupun pelaksanaan program-program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Balikpapan yang membahas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap kebijakan pemerintah daerah, Senin (6/7/2026).
Menurut Bagus, efisiensi anggaran hanya diterapkan pada belanja yang tidak berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat, seperti pengurangan perjalanan dinas dan optimalisasi penggunaan fasilitas milik pemerintah daerah untuk kegiatan maupun rapat.
“Efisiensi dilakukan pada pos-pos yang tidak memengaruhi pelayanan publik. Jadi bukan mengurangi program yang menjadi hak masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, sejumlah program prioritas tetap menjadi fokus pemerintah, di antaranya pembangunan sekolah setiap tahun, bantuan iuran BPJS Kesehatan bagi peserta kelas III non-penerima upah, pembagian seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru mulai dari PAUD hingga SMA, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Selain itu, Pemkot Balikpapan juga akan melanjutkan sejumlah program pembangunan yang sebelumnya belum terealisasi secara optimal. Salah satunya adalah pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu yang kembali dianggarkan untuk dilaksanakan secara bertahap.
Bagus menjelaskan, pemerintah daerah tetap berkomitmen memenuhi belanja wajib atau mandatory spending, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan dasar. Menurutnya, alokasi anggaran pada sektor tersebut menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Ia juga menyinggung pandangan fraksi-fraksi DPRD yang mengingatkan agar pengelolaan anggaran benar-benar berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Masukan tersebut, kata Bagus, sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjaga tata kelola keuangan daerah yang akuntabel.
“Yang paling penting bukan hanya memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK, tetapi memastikan setiap anggaran digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat Kota Balikpapan,” katanya.
Meski masih terdapat sejumlah aspek yang akan dievaluasi, Bagus memastikan kebijakan efisiensi tidak akan mengurangi program-program wajib yang menjadi prioritas pemerintah daerah dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)


















