Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Balikpapan

Keluarga Jadi Garda Terdepan Cegah Perkelahian Remaja di Baltim

313
×

Keluarga Jadi Garda Terdepan Cegah Perkelahian Remaja di Baltim

Share this article
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui di kantor Balai Kota.
Example 468x60

 

SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Maraknya perkelahian yang melibatkan remaja di wilayah Balikpapan Timur (Baltim) menjadi perhatian Pemerintah Kota Balikpapan. Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan aparat maupun sekolah, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tempat pertama pembentukan karakter anak.

Example 300x600

Menurutnya, orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mengawasi sekaligus membangun komunikasi dengan anak, terutama saat mereka berada di luar lingkungan sekolah. Ia menjelaskan, bahwa sebagian besar waktu anak dihabiskan di rumah dan lingkungan sekitar, sehingga pengawasan keluarga menjadi faktor utama dalam mencegah munculnya perilaku menyimpang.

“Semua itu sebenarnya dimulai dari pendidikan keluarga, pendidikan agama, kemudian juga peran guru di sekolah. Karena selama sekitar 10 hingga 12 jam di luar sekolah, kami tidak selalu tahu apa yang dilakukan anak-anak,” kata Bagus kepada awak media, Senin (27/7/2026).

Ia menilai komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak menjadi kunci untuk mengetahui persoalan yang sedang dihadapi remaja. Dengan komunikasi yang baik, berbagai potensi konflik dapat dikenali lebih awal, sehingga penyelesaiannya tidak berujung pada tindakan kekerasan.

“Orang tua harus terus menjalin komunikasi yang baik dengan anak-anak. Dengarkan apa keluhan mereka, apa permasalahan yang sedang mereka hadapi. Hal-hal seperti ini dapat memperkecil potensi terjadinya konflik seperti yang terjadi di Baltim,” imbuhnya.

Selain keluarga, Bagus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi tumbuh kembang remaja. Ketua RT, pemerintah kelurahan, kecamatan, tokoh masyarakat, hingga tokoh agama diharapkan aktif melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di lingkungan masing-masing.

Pemerintah Kota Balikpapan, lanjutnya, juga akan memperkuat langkah pengawasan melalui instansi terkait. Salah satunya dengan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk meningkatkan patroli di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi aksi perkelahian.

“Pengawasan bisa dilakukan bersama Satpol PP dengan rutin berkeliling memantau situasi. Selain itu, satuan tugas yang berkaitan dengan pendidikan juga perlu diperkuat,” ujarnya.

Di lingkungan sekolah, Bagus menekankan pentingnya peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mendampingi siswa. Menurutnya, guru BK perlu lebih aktif memantau kondisi psikologis maupun sosial peserta didik agar potensi konflik dapat dideteksi sejak dini.

“Guru BK harus aktif menanyakan kondisi anak-anak seperti apa. Namun pada akhirnya, peran tokoh masyarakat, tokoh agama, dan terutama orang tua tetap menjadi yang utama untuk mengetahui apa yang dilakukan anak-anak setiap hari,” tuturnya.

Dirinya berharap sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah terus diperkuat untuk membangun komunikasi yang positif dengan para remaja.

Dengan kolaborasi tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi anak dapat diketahui lebih cepat, sehingga solusi dapat diberikan sebelum berkembang menjadi konflik yang meresahkan masyarakat. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *