Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Balikpapan

Wali Kota Balikpapan: Makna Kemerdekaan Tak Diukur dari Kemewahan Seremoni

334
×

Wali Kota Balikpapan: Makna Kemerdekaan Tak Diukur dari Kemewahan Seremoni

Share this article
Kesederhanaan pelaksanaan upacara tahun ini tidak mengurangi nilai dan penghormatan terhadap kemerdekaan.
Example 468x60

 

SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Balikpapan tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi pengingat bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus mengisi kemerdekaan melalui pembangunan.

Example 300x600

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud usai mengikuti upacara HUT ke-81 RI di lingkungan Balai Kota Balikpapan, Senin (17/8/2026).

Menurut Rahmad, kesederhanaan pelaksanaan upacara tahun ini tidak mengurangi nilai dan penghormatan terhadap kemerdekaan. Justru, momentum tersebut harus dimaknai dengan bagaimana pemerintah menjalankan pembangunan dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

“Pejuang bangsa mempertaruhkan nyawa dan harta tentunya untuk memerdekakan bangsa. Kami tidak terlibat dalam kemerdekaan bangsa, tetapi bagaimana mengisi kemerdekaan ini untuk melanjutkan perjuangan dari para pahlawan,” kata Rahmad usai upacara.

Ia mengatakan, generasi saat ini tidak merasakan langsung perjuangan para pendahulu dalam merebut kemerdekaan. Karena itu, bentuk penghormatan yang dapat dilakukan adalah meneruskan perjuangan tersebut melalui berbagai pembangunan serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dia menilai, kemerdekaan seharusnya tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial yang digelar setiap tahun. Semangat kemerdekaan perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui upaya pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

“Dengan harapan generasi muda semua turut menyukseskan niat cita-cita dari para pendiri bangsa,” ujarnya.

Tahun ini, Pemkot Balikpapan memang menggelar upacara HUT ke-81 RI dengan konsep yang lebih sederhana. Upacara yang sebelumnya dilaksanakan di Dome Balikpapan dipusatkan di lingkungan Balai Kota Balikpapan.

Penyesuaian tersebut merupakan bagian dari kebijakan efisiensi anggaran. Pemerintah memilih memanfaatkan fasilitas yang telah dimiliki serta mengatur jumlah peserta dan undangan.

Rahmad menegaskan, efisiensi bukan berarti Pemkot Balikpapan tidak memiliki anggaran. Namun, anggaran yang tersedia harus digunakan secara selektif dan diarahkan kepada program yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.

“Di tengah efisiensi enggak ada masalah. Bukan berarti tidak ada anggaran. Tetapi ada skala prioritas anggaran yang kami gunakan untuk kemasyarakatan,” jelasnya.

Menurutnya, penggunaan Balai Kota sebagai lokasi upacara juga merupakan bentuk optimalisasi aset pemerintah daerah. Dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia, rangkaian peringatan kemerdekaan tetap dapat dilaksanakan tanpa mengurangi substansi acara.

“Kami adakan upacara di aula kota. Ini artinya juga mengangkat marwah dari pemerintah kota, Balai Kota kami,” katanya.

Efisiensi juga berdampak pada pengaturan jumlah peserta dan undangan. Pemkot Balikpapan membagi kehadiran sejumlah unsur masyarakat ke dalam dua sesi.

Pembagian tersebut dilakukan karena rangkaian upacara HUT Kemerdekaan RI berlangsung dalam dua agenda, yakni pengibaran bendera pada pagi hari dan penurunan bendera pada sore hari.

Sejumlah kelompok masyarakat, seperti ketua RT, tokoh masyarakat, paguyuban dan organisasi kemasyarakatan (ormas), tidak seluruhnya hadir dalam satu sesi.

“Biasanya pagi sekaligus, ini ada dua sesi. Kami bagi, terutama RT-RT juga tidak langsung semuanya, termasuk tokoh-tokoh masyarakat, paguyuban dan ormas-ormas,” terang Rahmad.

Atas penyesuaian tersebut, wali kota menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang pada tahun-tahun sebelumnya mendapatkan undangan untuk mengikuti upacara, namun tahun ini tidak menerima undangan atau mendapatkan jadwal yang berbeda.

“Saya juga mohon maaf kepada warga yang mungkin kemarin-kemarin dapat undangan, sekarang mungkin terbatas atau ada dua sesi,” terangnya.

Dirinya berharap semangat kemerdekaan dapat terus diterjemahkan dalam bentuk pembangunan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Sebutnya, cita-cita para pendiri bangsa harus diwujudkan melalui kehidupan masyarakat yang semakin baik.

Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam meneruskan cita-cita tersebut. Kemerdekaan, kata dia, harus menjadi momentum untuk mendorong seluruh elemen masyarakat ikut berkontribusi membangun daerah dan bangsa.

“Bagi Pemkot Balikpapan, kesederhanaan dalam pelaksanaan seremoni bukan berarti mengurangi penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan. Efisiensi anggaran justru diarahkan agar sumber daya pemerintah dapat digunakan sesuai skala prioritas,” tegasnya.

Dengan demikian, peringatan HUT ke-81 RI di Balikpapan tahun ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingat kembali tanggung jawab generasi saat ini dalam mengisi kemerdekaan melalui pembangunan, pelayanan kepada masyarakat, serta upaya mewujudkan kehidupan yang adil, makmur dan sejahtera. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *