Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Balikpapan

TPST Karang Joang Ubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi

355
×

TPST Karang Joang Ubah Sampah Menjadi Nilai Ekonomi

Share this article
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui di kantor Balai Kota.
Example 468x60

 

SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Pengelolaan sampah di Kota Balikpapan mulai diarahkan tidak sekadar mengurangi timbunan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi. Salah satunya terlihat di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, yang mampu mengolah sekitar 80 persen sampah yang diterima setiap hari.

Example 300x600

TPST Karang Joang menerima sekitar lima ton sampah per hari. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 20 persen yang menjadi residu dan harus dikirim ke TPA. Sementara sebagian besar lainnya dipilah dan diolah kembali berdasarkan jenis materialnya.

Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, proses pemilahan menjadi kunci agar sampah yang masih memiliki nilai guna tidak langsung berakhir di TPA.

“Satu truk yang dibawa ke TPA sekitar 20 persen, sedangkan 80 persen sudah terkelola dengan baik,” kata Bagus saat ditemui awak media, Senin (24/8/2026).

Sampah organik, misalnya, dicacah untuk diolah menjadi bahan kompos maupun pakan maggot. Sementara sampah anorganik, terutama plastik, dipadatkan sebelum dijual kembali. Material kayu yang masih memiliki nilai ekonomi juga dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk sejumlah industri.

Skema tersebut membuat sampah tidak seluruhnya dipandang sebagai beban. Material yang sebelumnya berakhir di TPA dapat diproses menjadi komoditas yang memiliki nilai jual, sekaligus mendukung keberlangsungan operasional TPST.

“Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan berharap pola pengelolaan seperti ini dapat diperluas. Pemkot menargetkan pengurangan sampah yang masuk ke TPA mencapai 50 persen pada 2029,” jelasnya.

Saat ini terdapat tiga TPST di Balikpapan, yakni TPST Karang Joang, Daksa, dan Graha Indah. Namun, belum seluruh fasilitas tersebut beroperasi secara optimal.

Pemkot menyiapkan penguatan fasilitas TPST Graha Indah pada 2027. Anggaran sekitar Rp8 miliar hingga Rp10 miliar disiapkan untuk melengkapi peralatan pengolahan sampah di lokasi tersebut.

“Selain itu, pemerintah juga menyiapkan lahan untuk pembangunan atau pengembangan TPST di wilayah barat dan timur,” terangnya.

Menurut Wawali, penambahan TPST di berbagai wilayah menjadi salah satu strategi untuk memperpendek rantai pengelolaan sampah sekaligus mengurangi beban TPA.

“Kalau TPST ini bisa kami bangun di setiap kecamatan, insyaallah dua tahun lagi kami sudah bisa mengurangi lebih dari 50 persen,” ujarnya.

Pemkot juga melihat potensi ekonomi dari hasil pemilahan sampah sebagai bagian penting dalam menjaga keberlanjutan TPST. Pendapatan dari penjualan material yang masih bernilai diharapkan dapat membantu membiayai operasional, perawatan fasilitas, hingga upah pekerja.

Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Sampah yang berhasil dipilah dan diolah dapat memberikan manfaat ganda seperti mengurangi beban TPA, sekaligus menciptakan sumber pendapatan untuk mendukung keberlangsungan pengelolaan sampah,” pungkasnya. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *