SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan mengevaluasi pengelolaan parkir di sejumlah titik untuk memastikan aktivitas kendaraan yang terparkir tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. Evaluasi ini juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.
Peninjauan dilakukan langsung di lapangan untuk melihat kondisi setiap lokasi, termasuk pola pengelolaan yang masih efektif maupun yang perlu diperbaiki.
“Langkah tersebut dilakukan karena setiap titik parkir memiliki karakteristik dan persoalan berbeda, sehingga membutuhkan penanganan yang sesuai,” kata Kepala Dishub Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Fathurrahman kepada awak media, Senin (12/10/2026).
Fadli mengatakan, pengelolaan parkir tidak bisa disamaratakan di seluruh lokasi. Evaluasi diperlukan untuk menentukan sistem yang tepat berdasarkan kondisi di lapangan.
“Ini bagian dari evaluasi dan pembenahan pola penanganan parkir. Kami melihat langsung kondisi di lapangan, apa yang perlu diperbaiki dan bagaimana pengelolaannya bisa lebih optimal,” akunya.
Menurut Fadli, persoalan parkir tidak hanya berkaitan dengan keberadaan kendaraan di suatu lokasi. Efektivitas pengelolaan, pengawasan, serta dampaknya terhadap pengguna jalan juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam evaluasi tersebut.
Penataan menjadi penting karena aktivitas parkir yang tidak tertib berpotensi menghambat pergerakan kendaraan, terutama ketika kendaraan menggunakan badan jalan.
“Kondisi tersebut dapat mengganggu kelancaran lalu lintas dan mengurangi kenyamanan masyarakat dalam menggunakan jalan,” lanjutnya.
Karena itu, Dishub berupaya memastikan setiap titik parkir dikelola secara lebih tertib dan mudah diawasi. Hasil pemantauan akan menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan langkah pembenahan, termasuk kemungkinan mengubah pola pengelolaan apabila sistem yang diterapkan selama ini dinilai belum efektif.
“Selain itu, evaluasi menjadi dasar untuk menentukan apakah sistem yang selama ini diterapkan masih efektif atau perlu disesuaikan,” imbuhnya.
Di sisi lain, evaluasi pengelolaan parkir juga diarahkan untuk meningkatkan kontribusi sektor tersebut terhadap PAD Kota Balikpapan. Namun, Fadli menegaskan bahwa optimalisasi penerimaan daerah harus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan parkir tidak cukup diukur dari besarnya penerimaan yang diperoleh. Aspek pelayanan, ketertiban, dan kenyamanan pengguna jalan juga perlu menjadi pertimbangan.
“Parkir yang tertib bukan hanya soal penerimaan. Ada aspek pelayanan, ketertiban dan kenyamanan masyarakat yang juga harus diperhatikan,” ujarnya.
Dishub terus memantau sejumlah titik yang dinilai membutuhkan penataan. Pembenahan diarahkan pada penerapan sistem yang lebih terukur agar pelaksanaan dan pengawasannya dapat berjalan dengan baik.
Melalui sistem pengelolaan yang lebih efektif, potensi penerimaan dari sektor parkir diharapkan dapat dimaksimalkan tanpa menimbulkan persoalan baru di lapangan. Upaya tersebut juga perlu berjalan seiring dengan pengaturan lalu lintas agar keberadaan lokasi parkir tidak menghambat arus kendaraan.
“Kalau memang ada pola yang perlu diubah, tentu akan kami evaluasi. Tujuannya supaya pengelolaan parkir semakin tertib dan optimal,” jelasnya.
Fadli menambahkan, optimalisasi sektor parkir merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menggali sumber-sumber PAD. Meski demikian, peningkatan penerimaan tetap harus diimbangi dengan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Aspek rekayasa lalu lintas juga menjadi perhatian dalam evaluasi. Penempatan dan pengelolaan titik parkir perlu diperhatikan agar tidak menghambat pergerakan kendaraan maupun mengurangi kenyamanan pengguna jalan.
Dishub berharap penataan secara bertahap dapat mewujudkan sistem perparkiran yang lebih tertib, transparan, dan mudah diawasi. Penyesuaian pola pengelolaan berdasarkan karakteristik setiap lokasi diharapkan mampu mendukung kelancaran lalu lintas sekaligus meningkatkan kontribusi sektor parkir terhadap PAD Kota Balikpapan.
“Penyesuaian pola pengelolaan berdasarkan karakteristik setiap lokasi, diharapkan mampu menjadikan sektor parkir sebagai bagian dari tata kelola transportasi perkotaan yang mendukung kelancaran lalu lintas, sekaligus memberikan kontribusi lebih optimal terhadap PAD Kota Balikpapan,” ungkapnya. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)


















