Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Balikpapan

Kabut Asap Selimuti Balikpapan, Pemkot Imbau Warga Gunakan Masker

345
×

Kabut Asap Selimuti Balikpapan, Pemkot Imbau Warga Gunakan Masker

Share this article
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiaty.
Example 468x60

 

SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap, terutama pada pagi hari.

Example 300x600

Selain menggunakan masker, masyarakat juga diminta memperbanyak konsumsi air putih dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.

“Langkah tersebut diperlukan sebagai upaya pencegahan untuk menjaga kesehatan selama paparan asap masih dirasakan,” kata Kepala DKK Balikpapan, Alwiaty saat ditemui awak media, Kamis (15/10/2026).

Alwiaty mengatakan, hasil pengukuran yang dilakukan puskesmas bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menunjukkan kualitas udara di Balikpapan secara umum masih relatif baik dibandingkan sejumlah daerah lain di Kalimantan Timur (Kaltim).

Meski demikian, kondisi tersebut tidak membuat masyarakat dapat mengabaikan risiko paparan asap. Sebab, asap dari daerah lain masih terbawa hingga Balikpapan dan mulai dirasakan warga, terutama pada pagi hari.

“Kami tetap waspada karena asap-asap dari daerah lain juga masih kami rasakan, terutama pada pagi hari,” ujar Kadinkes Balikpapan.

Menurutnya, penggunaan masker ketika berada di luar ruangan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan partikel asap. Warga juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Tidak hanya itu, apabila asap terlihat semakin pekat atau kualitas udara mengalami penurunan, masyarakat perlu mempertimbangkan kembali kegiatan yang akan dilakukan di luar ruangan.

“Penyesuaian aktivitas diperlukan agar paparan asap tidak semakin meningkatkan risiko gangguan kesehatan,” akunya.

Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada kelompok masyarakat yang lebih rentan mengalami gangguan pernapasan. Kelompok tersebut perlu lebih waspada, terutama ketika paparan asap meningkat dan kondisi lingkungan memburuk.

Di sisi lain, DKK Balikpapan mengajak masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi kualitas udara yang disampaikan instansi terkait.

“Informasi tersebut dapat menjadi acuan bagi warga dalam menentukan langkah pencegahan dan menyesuaikan aktivitas sehari-hari,” sebutnya.

Alwiaty menegaskan, kualitas udara yang masih relatif baik bukan berarti risiko paparan asap dapat diabaikan. Karena itu, masyarakat diharapkan tetap waspada dan menerapkan langkah pencegahan sesuai kondisi lingkungan.

Dengan menggunakan masker, menjaga kecukupan cairan tubuh, menerapkan PHBS, serta membatasi paparan asap sesuai kondisi udara, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *