SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama tiga hari, 21–23 Oktober 2026, di halaman parkir Balai Kota Balikpapan, mulai pukul 08.00 hingga 14.00 Wita.
Adapun tujuan dari kegiatan GPM ialah, untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Balikpapan, Sri Wahjuningsih mengatakan, GPM bertujuan memudahkan masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga di bawah harga pasar.
Menurutnya, kebutuhan pangan Balikpapan masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, terutama Jawa dan Sulawesi. Kondisi tersebut membuat ketersediaan dan harga bahan pokok rentan terhadap gangguan distribusi serta cuaca ekstrem.
“Penyelenggaraan GPM menjadi langkah strategis Pemkot Balikpapan untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau,” ujar Sri Wahjuningsih, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan, pemerintah meminta distributor menjual bahan pangan dengan harga distributor, sedangkan cabai dijual sesuai harga di tingkat petani. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan biaya lebih hemat.
Kegiatan tersebut melibatkan 19 kontributor, termasuk Perum Bulog wilayah Kaltim dan Kaltara yang menyediakan beras dan minyak goreng. Kelompok tani lokal juga menjual sayur-mayur serta buah-buahan dengan harga di tingkat petani.
“Pemkot Balikpapan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) turut menyiapkan program pangan murah secara bergerak mulai Oktober hingga Desember 2026,” jelasnya.
GPM rutin direncanakan berlangsung di Taman Tiga Generasi, Taman Bekapai, dan halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUP). Kegiatan tersebut dijadwalkan setiap Selasa, Sabtu, dan Minggu.
Selain itu, Perum Bulog akan menggelar pangan murah secara bergiliran di kelurahan-kelurahan. Dinas Perdagangan juga menyiapkan pasar murah keliling, sementara Perumda Tirta Manuntung Sukses berkontribusi melalui program Aksi Gesit.
“Kami berharap berbagai program tersebut dapat menjaga kestabilan harga, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok terjangkau.
Ia juga mengimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan keluarga dan tidak menimbun bahan pangan karena dapat mengganggu distribusi serta memicu kenaikan harga di pasaran. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)


















