Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Balikpapan

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkot Balikpapan Dorong Produksi Lokal dan Optimalisasi Lahan

330
×

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkot Balikpapan Dorong Produksi Lokal dan Optimalisasi Lahan

Share this article
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo
Example 468x60

 

SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah masih menjadi tantangan utama bagi Kota Balikpapan dalam memperkuat ketahanan pangan. Sekitar 85 persen kebutuhan pangan segar masyarakat di kota ini masih dipenuhi dari luar daerah.

Example 300x600

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, terlebih seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan konsumsi pangan akibat perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo mengatakan, peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 menjadi momentum penting untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Menurutnya, karakteristik Balikpapan yang bukan merupakan daerah agraris membuat pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri masih menghadapi sejumlah kendala. Selain keterbatasan lahan pertanian produktif, sebagian besar kebutuhan masyarakat juga masih harus didatangkan dari luar wilayah.

“Karakteristik Balikpapan yang bukan merupakan daerah agraris menjadi salah satu tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri,” ujar Agus dalam sambutannya, Rabu (21/10/2026).

Ia menilai, persoalan ketahanan pangan perlu mendapat perhatian serius karena Balikpapan merupakan salah satu kota penyangga utama IKN. Pertumbuhan penduduk yang dinamis turut mendorong peningkatan permintaan terhadap berbagai komoditas pangan, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas ekonomi masyarakat.

“Di sisi lain, ketergantungan pada pasokan dari luar daerah membuat kelancaran distribusi menjadi faktor penting,” lanjutnya.

Rantai distribusi yang panjang berpotensi menimbulkan kendala pasokan dan memicu perubahan harga di pasaran. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut dapat memengaruhi daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

“Peringatan Hari Pangan Sedunia tahun ini menjadi momentum penting bagi kami untuk merefleksikan sejauh mana ketahanan pangan daerah telah terbangun,” katanya.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pemkot Balikpapan menyiapkan sejumlah langkah strategis. Upaya yang dilakukan tidak hanya berfokus pada pengendalian harga pangan, tetapi juga mendorong peningkatan produksi lokal dan memperkuat ketersediaan cadangan pangan daerah.

Salah satu langkah yang terus dilakukan adalah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara berkala.

“Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau,” imbuhnya.

Selain membantu meringankan pengeluaran rumah tangga, GPM menjadi salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pangan pokok.

Pemkot juga berupaya memaksimalkan pemanfaatan lahan yang berpotensi dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif.

“Salah satu wilayah yang mendapat perhatian adalah kawasan Bukit Sinjai, Gunung Binjai, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur,” ungkapnya.

Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi untuk mendukung peningkatan produksi pangan lokal, sehingga dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan masyarakat Balikpapan.

Agus menjelaskan, pengembangan sektor pertanian lokal perlu terus didorong meskipun Balikpapan memiliki keterbatasan lahan.

“Optimalisasi lahan potensial diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah,” harapnya.

Selain mengoptimalkan lahan pertanian, Pemkot Balikpapan mendorong masyarakat mengembangkan pertanian perkotaan atau urban farming. Program ini mengajak warga memanfaatkan pekarangan rumah maupun lahan yang tersedia untuk menanam berbagai jenis sayuran dan bumbu dapur.

Salah satu komoditas yang dapat ditanam secara mandiri adalah cabai, yang kerap mengalami perubahan harga dan turut menjadi salah satu komoditas pemicu inflasi.

Pemanfaatan pekarangan rumah diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi sebagian kebutuhan dapur tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pasokan pasar.

“Langkah sederhana ini juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan pangan mulai dari lingkungan keluarga,” sambungnya.

Di samping itu, pemerintah daerah berupaya mengoptimalkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), khususnya untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang termasuk kelompok rentan.

Penyaluran cadangan pangan tersebut diharapkan tidak hanya membantu menjaga ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mendukung pemenuhan gizi dan percepatan penurunan angka stunting di Balikpapan.

“Penyaluran cadangan pangan tersebut diharapkan turut mendukung pemenuhan gizi masyarakat dan mempercepat penurunan angka stunting,” tambahnya.

Mengingat sebagian besar kebutuhan pangan Balikpapan masih dipenuhi dari luar wilayah, kerja sama antar-daerah juga menjadi bagian penting dalam strategi penguatan ketahanan pangan.

Pemkot Balikpapan terus mendorong koordinasi dengan daerah produsen pangan, distributor, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Kerja sama ini diperlukan untuk memastikan distribusi bahan pangan berjalan lancar dan ketersediaan komoditas di pasar tetap terjaga,” akunya.

Kelancaran distribusi menjadi perhatian karena gangguan pasokan dapat berdampak pada ketersediaan barang dan perubahan harga. Dengan koordinasi yang baik, pemerintah berharap kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Agus juga mengingatkan masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga ketahanan pangan melalui kebiasaan konsumsi yang lebih bijak.

“Warga diimbau membeli bahan pangan sesuai kebutuhan, menghindari pembelian berlebihan, serta mengurangi pemborosan makanan,” imbaunya.

Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat membantu keluarga mengendalikan pengeluaran sekaligus mengurangi potensi pangan terbuang.

Selain itu, masyarakat diajak memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayuran dan bumbu dapur yang dapat digunakan sehari-hari. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Agus turut mengingatkan pentingnya penggunaan air bersih secara hemat dan bijaksana, mengingat Balikpapan belum memasuki musim penghujan. Pengelolaan air yang baik diperlukan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari, termasuk kegiatan pertanian dan penanaman tanaman pangan di lingkungan rumah.

“Ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, koordinasi dan kerja sama harus terus diperkuat agar ketersediaan serta distribusi pangan tetap terjaga,” pesannya.

Melalui berbagai upaya tersebut, Pemkot Balikpapan berharap ketahanan pangan daerah semakin kuat, baik dari sisi ketersediaan pasokan, kestabilan harga, maupun kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Pemerintah juga berharap kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman semakin meningkat.

Agus menegaskan, peringatan Hari Pangan Sedunia 2026 harus menjadi pengingat bahwa ketahanan pangan membutuhkan komitmen bersama. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, dan daerah pemasok diharapkan mampu membangun sistem pangan Balikpapan yang lebih tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.

“Momentum Hari Pangan Sedunia 2026 diharapkan menjadi penguat komitmen bersama dalam membangun ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Kota Balikpapan,” pungkasnya. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *