SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Diaspurtakar) Balikpapan menambah atau memperpanjang jam operasional pelayanan Perpustakaan. Hal itu dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang kesulitan mengunjungi Perpustakaan pada siang hari.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustakar) Kota Balikpapan menyiapkan perpanjangan jam operasional perpustakaan hingga pukul 21.00 WITA setiap Rabu.
Kepala Dispustakar Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu mengatakan, layanan tambahan tersebut dibuka mulai Pukul 17.00 WITA hingga Pukul 21.00 Wita. Kebijakan ini ditujukan bagi masyarakat yang baru memiliki waktu luang setelah menyelesaikan pekerjaan atau aktivitas lainnya.
“Layanan tambahan dibuka mulai pukul 17.00 WITA hingga 21.00 WITA setiap Rabu,” ucap Neny kepada media, Kamis (29/10/2026).
Perpanjangan jam operasional ini diharapkan memberi kemudahan bagi masyarakat untuk membaca, meminjam buku, mencari informasi, hingga memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar di luar jam kerja.
Selain menambah waktu pelayanan, Dispustakar juga berencana menghadirkan tenant usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan perpustakaan.
“Kehadiran pelaku usaha tersebut diharapkan membuat suasana perpustakaan lebih nyaman untuk membaca, berdiskusi, maupun menghabiskan waktu bersama teman,” jelasnya.
Langkah ini juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar melalui aktivitas ekonomi yang terintegrasi dengan layanan publik.
Tak hanya berfokus pada literasi, perpustakaan juga dimanfaatkan sebagai tempat untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Hal ini terlihat melalui pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis atau Cek Kesehatan Gratis (CKG) di kantor Dispustakar,” paparnya.
Kata dia, pemeriksaan tersebut menyasar pegawai, pengunjung perpustakaan, serta orang tua murid yang mendampingi anak-anak mengikuti edukasi wisata literasi.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, dr. Elisabeth Rassi menambahkan, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk menjangkau masyarakat di ruang publik, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan.
“Penyelenggara memperkirakan jumlah pengunjung yang hadir hingga pukul 12.30 WITA pada hari pelaksanaan mencapai sekitar 500 orang,” tambahnya.
Melalui pengembangan berbagai layanan tersebut, perpustakaan diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk mengakses buku dan pengetahuan, tetapi juga ruang publik yang mendukung kegiatan edukasi, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Dengan jam layanan yang lebih panjang serta rencana penambahan fasilitas pendukung, Dispustakar Balikpapan berupaya menjadikan perpustakaan semakin mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)


















