SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Upaya mengatasi genangan di Jalan D.I. Panjaitan, Balikpapan, terus berjalan melalui proyek perbaikan drainase dan peninggian badan jalan. Hingga 26 Oktober 2026, progres pekerjaan telah mencapai 77,91 persen, atau melampaui target sebesar 1,71 persen.
Proyek senilai sekitar Rp7 miliar ini difokuskan pada pembenahan saluran air agar pembuangan dari kawasan Jalan D.I. Panjaitan menuju Sumber Rejo lebih lancar.
“Perbaikan tersebut diharapkan dapat mengurangi genangan yang selama ini kerap terjadi, terutama di kawasan depan Maxi hingga Kimia Farma,” ucap Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Balikpapan, Jain Supriyanto kepada media, Kamis (29/10/2026).
Jain mengatakan, capaian pekerjaan saat ini masih sesuai jadwal. Dengan progres yang lebih cepat dari target, pihaknya optimistis proyek dapat rampung sebelum akhir Desember 2026.
“Per tanggal 26 itu progresnya 77,914 persen. Deviasi positif 1,71 persen,” katanya.
Menurut Jain, penanganan drainase menjadi bagian utama dalam proyek tersebut. Pekerjaan meliputi perbaikan saluran di sisi kiri dan kanan jalan, penggantian gorong-gorong, serta pembangunan saluran pembuangan baru menuju kawasan Sumber Rejo.
Selain membenahi saluran air, badan jalan juga ditinggikan untuk mengantisipasi genangan. Setelah pekerjaan konstruksi selesai, proyek akan dilanjutkan dengan pengecoran dan pengaspalan.
“Proyeknya adalah peningkatan jalan, peningkatan sistem drainase. Utamanya itu pengendalian banjir karena drainase yang dibenahi,” jelasnya.
Kata dia, sebelumnya aliran pembuangan air di kawasan tersebut belum optimal. Melalui pembenahan saluran dan jalur pembuangan, air diharapkan dapat mengalir lebih lancar sehingga potensi genangan bisa ditekan.
Dalam pelaksanaannya, proyek sempat menghadapi kendala akibat padatnya jaringan utilitas bawah tanah. Pekerjaan penggantian gorong-gorong pada September lalu sempat mengenai jaringan gas rumah tangga (jargas) dan berdampak pada ribuan pelanggan.
Jaringan pipa air di sekitar lokasi juga sempat terdampak. Namun, dia memastikan kendala tersebut telah diselesaikan dan tidak lagi menghambat pekerjaan.
“Memang kemarin sempat terkena jargas saat membuat crossing, karena memang di situ banyak jargas,” ujarnya.
Proyek yang mencakup dua titik dengan total panjang pekerjaan hampir 160 meter ini ditargetkan selesai paling lambat 25 Desember 2026. Setelah itu, pekerjaan akan diserahterimakan kepada Pemerintah Kota Balikpapan dan memasuki masa pemeliharaan selama enam bulan.
Sekretaris PU Balikpapan berharap pembenahan drainase dapat memberikan dampak nyata bagi kawasan tersebut, terutama dalam memperlancar aliran air saat hujan.
“Harapannya sudah ada gerakan lagi karena buangannya lancar, crossing-nya bagus. Kiri-kanan dibenahi saluran,” terangnya.
Meski progres pekerjaan telah melampaui target, efektivitas proyek dalam mengurangi genangan baru dapat dinilai setelah seluruh pekerjaan selesai dan sistem drainase berfungsi optimal saat hujan. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)


















