SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, Pemerintah Kota Balikpapan mendorong masyarakat menjalankan sektor pertanian dan peternakan ayam petelur skala rumah atau kecil.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3), pemerintah menyiapkan program Pekarangan Pangan Bergizi yang dipadukan dengan konsep urban farming atau pertanian perkotaan. Program ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat.
Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahyuningsih mengatakan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung pengembangan urban farming di sejumlah kawasan permukiman, sebagai bagian dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Kami sudah menyiapkan anggaran untuk mendukung pengembangan urban farming yang akan diterapkan di beberapa kawasan permukiman. Desainnya juga sudah kami siapkan,” ucap Yuyun sapaan akrabnya kepada awak media, Jumat (26/6/2026).
Kata dia, konsep pertanian perkotaan menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki lahan terbatas. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah secara maksimal, warga tetap dapat memproduksi kebutuhan pangan bergizi secara mandiri.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada budidaya tanaman, tetapi juga menggabungkan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dalam skala rumah tangga.
“Beberapa kegiatan yang akan dikembangkan antara lain budidaya sayuran menggunakan sistem hidroponik, budidaya skala kecil yang terintegrasi, hingga peternakan ayam petelur dengan kapasitas sekitar 24 ekor untuk setiap keluarga peserta program,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan ayam petelur di pekarangan rumah diharapkan mampu memenuhi kebutuhan protein keluarga. Bahkan jika produksi telur berlebih, hasilnya dapat dipasarkan sehingga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Telurnya bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga maupun lingkungan sekitar. Kalau dikelola dengan baik, kegiatan ini bahkan bisa menjadi sumber tambahan penghasilan bagi masyarakat,” katanya.
Selain memperkuat ketahanan pangan, program tersebut juga diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat agar lebih produktif dalam memanfaatkan lahan pekarangan.
Dengan cara itu, warga tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah, tetapi juga memiliki akses terhadap sayuran segar dan sumber protein yang dihasilkan sendiri. DKP3 menargetkan pengembangan urban farming di dua lokasi pada 2027.
“Salah satu lokasi yang telah direncanakan berada di Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah, melalui dukungan anggaran pokok-pokok pikiran (pokir) anggota legislatif,”
paparnya.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Balikpapan berharap ketahanan pangan masyarakat semakin kuat, kualitas gizi keluarga meningkat, serta terbentuk lingkungan permukiman yang lebih mandiri, produktif, dan memiliki nilai ekonomi melalui pengembangan pertanian perkotaan. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)


















