Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Balikpapan

Pemkot Balikpapan Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Sekolah, Ruang Publik, dan Pengasuhan Orang Tua

326
×

Pemkot Balikpapan Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Sekolah, Ruang Publik, dan Pengasuhan Orang Tua

Share this article
Pemkot Balikpapan Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Sekolah, Ruang Publik, dan Pengasuhan Orang Tua
Example 468x60

SAHABATKALTIM, Balikpapan : Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat ketahanan keluarga sebagai upaya membentengi anak dari berbagai persoalan sosial di era digital. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan pola pengasuhan orang tua, layanan pendampingan di sekolah, hingga penyediaan ruang publik ramah anak.

Komitmen itu disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, usai menghadiri peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 di halaman Balai Kota, Senin (29/6/2026).

Example 300x600

Menurut Bagus, tantangan yang dihadapi anak saat ini semakin kompleks. Pengaruh media sosial, penyalahgunaan narkoba, hingga persoalan kesehatan mental menjadi tantangan yang tidak dapat diatasi hanya oleh sekolah atau pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif keluarga.

“Keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter anak. Karena itu, komunikasi antara orang tua dan anak harus terus dibangun, agar mereka merasa nyaman menyampaikan setiap persoalan yang dihadapi,” jelas Bagus kepada media.

Ia menegaskan, kehadiran orang tua, khususnya ayah, tidak cukup hanya sebagai pencari nafkah. Orang tua juga harus meluangkan waktu untuk mendampingi anak, membangun kedekatan emosional, serta memahami perkembangan mereka di rumah maupun di lingkungan pergaulan.

“Peran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga harus hadir membangun komunikasi yang baik dengan anak. Dengan komunikasi yang terbuka, orang tua bisa mengetahui persoalan, kebutuhan, maupun perkembangan anak,” katanya.

Untuk mendukung penguatan keluarga, Pemkot Balikpapan menjalankan berbagai program melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB).

“Program tersebut meliputi edukasi pola pengasuhan, keluarga berencana, perlindungan anak, serta pembinaan yang melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), komunitas anak, dan Balai Latihan Kerja (BLK),” lanjutnya.

Selain penguatan di lingkungan keluarga, pemerintah juga memperkuat peran sekolah dalam mendeteksi persoalan yang dialami peserta didik. Guru bimbingan dan konseling (BK) didorong lebih aktif mengenali perubahan perilaku siswa, seperti penurunan prestasi, meningkatnya ketidakhadiran, hingga kecenderungan menarik diri dari lingkungan.

Apabila ditemukan indikasi tersebut, sekolah akan berkoordinasi dengan orang tua agar penanganan dapat dilakukan secara bersama.

“Sinergi antara sekolah dan keluarga sangat penting untuk menjaga kesehatan mental anak. Jangan sampai anak menghadapi persoalannya sendirian,” imbuhnya.

Pemkot Balikpapan juga terus menambah ruang publik yang ramah anak sebagai tempat interaksi keluarga. Sejumlah fasilitas, seperti Taman Bekapai dan Taman Tiga Generasi, telah dilengkapi sarana pendukung aktivitas keluarga.

“Ke depan, konsep serupa akan diperluas ke berbagai kecamatan agar masyarakat memiliki lebih banyak ruang terbuka yang aman dan nyaman,” paparnya.

Kata dia, penguatan keluarga merupakan investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, keterlibatan ayah dan ibu harus berjalan beriringan, tidak hanya memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga memberikan perhatian, kasih sayang, dan pendampingan selama proses tumbuh kembang anak.

“Keluarga adalah fondasi utama pembangunan manusia. Kami ingin ayah dan ibu sama-sama hadir mendampingi tumbuh kembang anak, bukan hanya memenuhi kebutuhan ekonomi, tetapi juga kebutuhan kasih sayang dan komunikasi,” tutupnya. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *