Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Balikpapan

Raih Perunggu IKD 2026, Pemkot Balikpapan Tekankan Pentingnya Keahlian dalam Pembangunan

323
×

Raih Perunggu IKD 2026, Pemkot Balikpapan Tekankan Pentingnya Keahlian dalam Pembangunan

Share this article
Pemerintah Kota Balikpapan meraih predikat Perunggu dalam ajang Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) 2026.
Example 468x60

 

SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendorong penguatan keahlian profesional dan penerapan standar teknis dalam setiap pembangunan di daerah. Hal ini dinilai penting seiring semakin kompleksnya kebutuhan infrastruktur dan pelayanan publik di Kota Balikpapan.

Example 300x600

Dorongan tersebut mengemuka setelah Balikpapan meraih predikat Perunggu dalam ajang Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) 2026 kategori pemerintah kota.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menyampaikan, capaian tersebut menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk terus memperbaiki kualitas pembangunan. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya mengejar kecepatan penyelesaian proyek maupun besarnya anggaran yang direalisasikan.

“Capaian ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan melalui perencanaan yang baik, keahlian profesional, penerapan teknologi, standar teknis, serta pembangunan yang aman dan berkelanjutan,” kata Rahmad, Senin (31/8/2026).

Ia menjelaskan, setiap pembangunan harus mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari perencanaan teknis, keamanan, manfaat bagi masyarakat hingga keberlanjutan. Pendekatan tersebut diperlukan agar pembangunan yang dilakukan pemerintah benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Menurut Rahmad, kebutuhan tersebut semakin penting melihat perkembangan Kota Balikpapan yang terus bertumbuh. Pembangunan kawasan permukiman, infrastruktur, penataan ruang, utilitas dasar hingga fasilitas publik membutuhkan perencanaan yang matang dan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi.

“Pertumbuhan kawasan permukiman, pembangunan infrastruktur, penataan ruang, penyediaan utilitas dasar, hingga peningkatan fasilitas publik membutuhkan perencanaan yang matang dan didukung sumber daya manusia yang memiliki kompetensi,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, penerapan keinsinyuran dibutuhkan sejak tahap perencanaan, perancangan, pelaksanaan hingga evaluasi pembangunan. Keputusan teknis yang tepat dinilai dapat mengurangi potensi risiko, sekaligus meningkatkan efisiensi pembangunan.

Selain itu, penerapan standar teknis dan prinsip keselamatan diharapkan dapat memastikan infrastruktur yang dibangun berfungsi secara optimal dan dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.

“Karena itu, peningkatan kualitas aparatur dan tenaga profesional juga menjadi bagian penting yang perlu terus diperkuat. Penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan penerapan standar teknis dan prinsip keselamatan,” imbuh Rahmad.

IKD merupakan instrumen yang dikembangkan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) bersama Kementerian Dalam Negeri, untuk mengukur penerapan praktik keinsinyuran dalam penyelenggaraan pembangunan daerah.

“Pada asesmen perdana IKD 2026, sebanyak 327 pemerintah daerah mengikuti penilaian dari total 546 pemerintah daerah di Indonesia,” paparnya.

Balikpapan menjadi salah satu pemerintah kota yang mendapatkan penghargaan dalam asesmen tersebut. Penghargaan diserahkan dalam penganugerahan IKD 2026 yang berlangsung di Gedung BJ Habibie BRIN, Jakarta, Sabtu (29/8/2026) malam.

Rahmad berharap capaian tersebut tidak berhenti sebagai penghargaan, tetapi menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan bagi jajaran Pemkot Balikpapan untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan.

“Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus menghadirkan pembangunan yang nyata manfaatnya bagi masyarakat, dan membawa Balikpapan semakin maju dan nyaman,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya dapat dilihat dari jumlah proyek yang dikerjakan. Lebih dari itu, pembangunan harus mampu memberikan rasa aman, meningkatkan kenyamanan, memperbaiki pelayanan publik, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Hasil asesmen IKD menjadi pijakan untuk memperkuat budaya pembangunan yang mengedepankan keahlian profesional, standar teknis, inovasi, keselamatan, dan keberlanjutan,” ungkapnya.

Dengan demikian, predikat Perunggu IKD 2026 menjadi dorongan bagi Pemkot Balikpapan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan proses pembangunan.

Setiap keputusan teknis diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur baru, tetapi juga mendukung Balikpapan tumbuh sebagai kota yang aman, nyaman, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (Adv Diskominfo Balikpapan)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *