Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Balikpapan

Cuaca Panas dan Debu Picu Risiko ISPA, Warga Balikpapan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

324
×

Cuaca Panas dan Debu Picu Risiko ISPA, Warga Balikpapan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar

Share this article
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiati kepada awak media.
Example 468x60

 

SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Warga Balikpapan diminta lebih waspada terhadap gangguan pernapasan selama cuaca panas dan musim kering. Paparan debu serta suhu udara yang tinggi dinilai dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Example 300x600

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan mencatat ISPA masih masuk dalam daftar 10 penyakit dengan angka kesakitan tertinggi. Bahkan, terdapat kecenderungan peningkatan kasus di sejumlah fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Kepala DKK Balikpapan, Alwiati menyampaikan, kondisi cuaca menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan masyarakat.

“Kalau kami lihat dari angka kesakitan 10
penyakit terbesar, memang ada
kecenderungan ISPA meningkat di masyarakat. Ini terkait dengan cuaca yang kurang bagus, panas, suhunya mungkin lebih dari 30 derajat, sehingga angka kesakitan ISPA cukup tinggi di Puskesmas,” kata Alwiati kepada media, Senin (31/8/2026).

Data DKK Balikpapan menunjukkan terdapat 1.136 kasus ISPA sepanjang Juli 2026.
Sementara hingga 20 Agustus 2026, tercatat 832 kasus.

Tak hanya ISPA, penyakit common cold atau pilek juga masih banyak ditemukan. Pada Juli 2026, jumlah kasus common cold mencapai 5.861 kasus, sedangkan hingga 20 Agustus 2026 tercatat 3.945 kasus.

Melihat kondisi tersebut, DKK Balikpapan meminta masyarakat tidak mengabaikan kesehatan selama cuaca panas dan musim kering.

“Warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika suhu sedang tinggi,” jelasnya.

Bagi masyarakat yang harus bepergian, khususnya pengguna sepeda motor, penggunaan masker juga dianjurkan untuk mengurangi paparan debu.

“Bagi pengendara kendaraan bermotor, terutama roda dua, sebaiknya menggunakan masker. Karena dengan musim kering ini debu juga meningkat, kemudian suhu di luar ruangan juga tinggi sekali,” imbuhnya.

Selain melindungi saluran pernapasan dari debu, masyarakat juga diminta
memperbanyak konsumsi air putih. Asupan cairan diperlukan untuk membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi saat berada dalam kondisi cuaca panas.

Jika mulai mengalami keluhan yang mengarah pada ISPA, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) tempat terdaftar sebagai peserta BPJS.

“Jika di rumah ada yang mengalami ISPA, untuk segera berobat ke Puskesmas terdekat atau FKTP yang terdaftar di mana dia terdaftar sebagai peserta BPJS,” ujar kadinkes.

Meski kasus gangguan pernapasan menunjukkan kecenderungan meningkat, DKK Balikpapan memastikan kualitas udara di wilayah tersebut masih berada dalam rentang aman.

“Apabila terjadi perubahan kualitas udara yang berpotensi membahayakan kesehatan, dinas terkait akan menyampaikan informasi dan imbauan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Untuk sementara, warga tetap diminta menerapkan langkah pencegahan sederhana, seperti menggunakan masker ketika berada di lingkungan berdebu, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca terik, mencukupi kebutuhan air putih, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami gangguan pernapasan. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *