Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Balikpapan

Pemkot Balikpapan Dorong Penguatan Peran Keluarga Cegah Perkelahian Remaja

329
×

Pemkot Balikpapan Dorong Penguatan Peran Keluarga Cegah Perkelahian Remaja

Share this article
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui di kantor Balai Kota.
Example 468x60

 

 

Example 300x600

SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendorong penguatan peran keluarga sebagai langkah awal dalam mencegah terjadinya perkelahian atau tawuran antarremaja di wilayah Kota Balikpapan.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan penanganan kenakalan remaja tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada aparat keamanan. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter sekaligus mengawasi perkembangan anak.

Hal tersebut disampaikan Bagus menyikapi kasus perkelahian remaja yang terjadi di kawasan Balikpapan Timur dalam beberapa pekan terakhir.

Ia menilai pendidikan karakter di lingkungan keluarga, pendidikan agama, serta pembinaan di sekolah menjadi fondasi penting untuk mencegah anak terlibat dalam tindakan kekerasan.

“Anak-anak menghabiskan sekitar 10 hingga 12 jam di luar rumah. Karena itu, orang tua harus terus membangun komunikasi yang baik, mendengarkan keluhan mereka, memahami permasalahan yang dihadapi, sehingga potensi konflik bisa dicegah sejak dini,” ujar Bagus, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, orang tua perlu mengetahui aktivitas serta lingkungan pergaulan anak. Komunikasi yang terbuka dinilai dapat membantu orang tua mengetahui persoalan yang sedang dihadapi anak sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Selain keluarga, Pemkot Balikpapan juga menekankan pentingnya keterlibatan sekolah dan lingkungan masyarakat. Guru, khususnya guru Bimbingan dan Konseling (BK), diminta lebih aktif melakukan pendekatan kepada siswa.

Bagus mengatakan, fungsi guru BK seharusnya tidak hanya berjalan ketika seorang siswa sudah melakukan pelanggaran. Namun, guru BK perlu melakukan pemantauan secara berkala terhadap kondisi sosial maupun psikologis siswa.

“Satpol PP terus melakukan patroli di lapangan. Di sisi lain, sekolah juga harus memperkuat fungsi BK untuk mengetahui kondisi anak-anak kita. Yang paling penting tetap peran tokoh masyarakat, tokoh agama, dan keluarga agar komunikasi dengan anak berjalan positif,” katanya.

Ia menambahkan, pengawasan di tingkat lingkungan juga tidak kalah penting. Ketua RT, kelurahan hingga kecamatan diharapkan dapat ikut memantau aktivitas remaja, khususnya yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bagus menegaskan, kehadiran aparat tetap dibutuhkan dalam menjaga keamanan. Namun, upaya pencegahan harus dilakukan secara berlapis dengan melibatkan keluarga, sekolah, masyarakat hingga pemerintah.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Pencegahan harus dilakukan bersama-sama, karena pembentukan karakter anak dimulai dari keluarga,” tegasnya.

Pemkot Balikpapan berharap sinergi tersebut dapat memperkuat upaya pencegahan kenakalan remaja sekaligus menekan potensi perkelahian antarkelompok di wilayah Balikpapan. (Din/ADV Diskominfo Balikpapan).

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *