SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Dinas Sosial Balikpapan memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran. Pasalnya, sebelum dilakukan penyaluran bantuan sosial tersebut penerima manfaat dilakukan verifikasi dan validasi terhadap kelayakannya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Balikpapan, Arfiansyah menjelaskan, verifikasi langsung di lapangan menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan bantuan sosial (bansos) di Kota Balikpapan tepat sasaran. Pembaruan data penerima secara berkala diperlukan agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan. Digitalisasi data yang tengah didorong pemerintah pusat perlu dibarengi dengan pemutakhiran dan pengecekan kondisi masyarakat secara langsung.
Menurutnya, transformasi data ke sistem digital merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk dalam penyelenggaraan perlindungan sosial.
“Pemerintah pusat ingin mentransformasi data menjadi bentuk digital. Dari digitalisasi data itu, kemudian diterapkan ke berbagai pelayanan, salah satunya melalui perlindungan sosial digital,” ujar Arfiansyah kepada awak media, Minggu (18/10/2026).
Ia memaparkan, ketidaktepatan sasaran masih menjadi persoalan dalam penyaluran bansos. Karena itu, data penerima perlu dikelola dengan baik agar penetapan penerima manfaat sesuai dengan kondisi masyarakat yang sebenarnya.
Digitalisasi diharapkan dapat membantu pemerintah mengelola informasi secara lebih terarah dan menjadi dasar dalam menentukan penerima bantuan.
“Data tersebut juga dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam mendukung proses penentuan penerima bantuan,” jelasnya.
Meski demikian, Arfiansyah menegaskan bahwa penggunaan sistem digital saja belum cukup untuk mengatasi persoalan salah sasaran. Data yang tersimpan dalam sistem tetap harus diperbarui secara berkala, agar sesuai dengan perubahan kondisi masyarakat.
Pengecekan langsung di lapangan juga diperlukan untuk mencocokkan informasi dalam data dengan keadaan sebenarnya. Dengan begitu, perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan penerima bantuan.
“Langkah ini penting agar perubahan kondisi masyarakat dapat diketahui dan menjadi bahan pertimbangan dalam proses penentuan penerima bantuan sosial,” lanjutnya.
Kata dia, digitalisasi, pemutakhiran data, dan verifikasi lapangan perlu dilakukan secara beriringan. Ketiga langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketepatan penyaluran bansos, sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan sosial di Balikpapan.
“Melalui pengelolaan data yang lebih baik, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelayanan dan memastikan bantuan sosial semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang menjadi sasaran program,” pungkasnya. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)


















