Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Balikpapan

Kasus ISPA di Balikpapan Turun 1.615 Kasus, DKK Minta Warga Tetap Pakai Masker

330
×

Kasus ISPA di Balikpapan Turun 1.615 Kasus, DKK Minta Warga Tetap Pakai Masker

Share this article
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiati.
Example 468x60

 

SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Jumlah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Balikpapan turun sebanyak 1.615 kasus pada Oktober 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Meski menunjukkan tren penurunan, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan meminta masyarakat tetap menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk.

Example 300x600

Kepala DKK Balikpapan, Alwiati mengatakan, jumlah kasus ISPA hingga Oktober 2026 tercatat sebanyak 6.157 kasus. Angka ini turun dari sekitar 7.772 kasus pada September 2026.

Menurutnya, perubahan kualitas udara yang terpantau melalui Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) belum diikuti peningkatan kasus ISPA di Balikpapan.

“Alhamdulillah di Kota Balikpapan, walaupun kami lihat data ISPU mengalami situasi naik turun, namun ini tidak diikuti dengan peningkatan kasus ISPA,” kata Alwiati kepada awak media, Selasa (27/10/2026).

Ia mengingatkan, penurunan kasus tersebut bukan alasan bagi masyarakat untuk mengabaikan pencegahan. Warga tetap dianjurkan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat kualitas udara menurun.

Alwiati menilai perilaku hidup bersih dan sehat serta kepatuhan menggunakan masker menjadi bagian penting, dalam menjaga kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang berubah-ubah.

Selain itu, penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ketika kualitas udara memburuk dinilai membantu mengurangi paparan polusi pada anak-anak, karena aktivitas di luar ruangan dapat dibatasi.

“Penggunaan masker juga sangat diharapkan. Sumbangsih dari adanya PJJ selama masa ISPU yang tinggi juga memberikan dampak yang baik bagi kesehatan, terutama pada anak-anak kita,” ujarnya.

Perlindungan juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak dan lanjut usia. Sementara itu, warga usia produktif yang tetap harus bekerja atau beraktivitas di luar rumah diimbau untuk tetap mengenakan masker.

DKK Balikpapan turut mengajak perusahaan berpartisipasi dalam upaya pencegahan, salah satunya dengan memberikan bantuan masker kepada masyarakat agar penggunaan pelindung pernapasan semakin disiplin.

“Di sisi lain, warga yang mengalami gejala gangguan pernapasan diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” sambungnya.

Langkah ini penting agar keluhan dapat ditangani sejak dini dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih berat, termasuk pneumonia.

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kalau ada yang merasa sakit, silakan langsung ke fasilitas kesehatan menggunakan kartu BPJS atau kartu JKN-nya untuk berobat,” kata Alwiati.

Hingga saat ini, DKK Balikpapan menyatakan belum menemukan kasus pneumonia maupun kematian yang berkaitan dengan peningkatan ISPA dalam konteks kondisi kualitas udara tersebut.

DKK mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami keluhan pernapasan. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *