Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
AdvertorialDiskominfo Balikpapan

BPBD Tekankan Penanganan Awal Sebelum Api Membesar

321
×

BPBD Tekankan Penanganan Awal Sebelum Api Membesar

Share this article
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan praktekkan cara pemadaman api berskala kecil.
Example 468x60

 

SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana kebakaran terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan bersama Kilang Pertamina Balikpapan (KPB).

Example 300x600

Warga Kecamatan Balikpapan Barat (Balbar) mendapatkan pelatihan penanganan kebakaran, mulai dari teori hingga praktik langsung memadamkan api menggunakan selimut dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), Selasa (21/7/2026).

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari edukasi kebencanaan yang menyasar masyarakat di kawasan ring satu Kilang Pertamina Balikpapan.

“Tujuannya agar warga memiliki kemampuan melakukan penanganan awal saat terjadi kebakaran sebelum petugas tiba di lokasi,” ucap Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali saat ditemui awak media.

Usman mengatakan, kebakaran rumah tangga masih menjadi salah satu bencana yang kerap terjadi. Karena itu, masyarakat perlu dibekali keterampilan dasar untuk mengendalikan api pada tahap awal, agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

“Melalui pelatihan ini, masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkan secara langsung cara menggunakan APAR untuk memadamkan api. Penanganan awal sangat penting, karena dapat meminimalkan risiko kerugian maupun korban apabila dilakukan dengan benar,” jelasnya.

Selain praktik penggunaan APAR, peserta juga diberikan pemahaman mengenai penyebab kebakaran yang sering terjadi di lingkungan permukiman, seperti kebocoran tabung gas, kelalaian saat menggunakan kompor, hingga bahaya korsleting listrik.

“Warga diajarkan mengenali potensi bahaya sekaligus langkah-langkah yang harus dilakukan ketika muncul percikan api,” imbuhnya.

Menurut Usman, pelatihan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi BPBD dengan KPB dalam meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi berbagai kondisi darurat, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan operasional kilang.

Ia menegaskan, kemampuan masyarakat melakukan tindakan cepat saat kebakaran menjadi faktor penting dalam mengurangi dampak bencana. Namun demikian, penanganan awal hanya dilakukan apabila kondisi masih aman dan api masih dalam skala kecil.

Jika api mulai membesar atau membahayakan keselamatan, warga diminta segera menjauh dari lokasi dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Yang paling utama adalah keselamatan diri. Jika api sudah tidak bisa dikendalikan, jangan memaksakan diri untuk memadamkan. Segera lakukan evakuasi dan laporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” terangnya.

Selain materi penanganan kebakaran, BPBD juga menyampaikan prosedur keselamatan apabila terjadi keadaan darurat di kawasan kilang. Informasi tersebut dinilai penting agar masyarakat mengetahui jalur evakuasi, memahami sistem peringatan dini, serta tidak panik ketika menghadapi situasi darurat.

Pemkot Balikpapan mengapresiasi komitmen KPB yang secara rutin memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

“BPBD berharap kegiatan serupa dapat terus diperluas ke wilayah lain, khususnya kawasan yang memiliki potensi risiko tinggi, sehingga semakin banyak warga yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya,” paparnya.

Melalui pelatihan ini, BPBD berharap budaya kesiapsiagaan dapat tumbuh di tengah masyarakat. Dengan pengetahuan yang memadai dan kemampuan melakukan penanganan awal secara tepat, risiko kebakaran di lingkungan permukiman diharapkan dapat ditekan, sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan. (Din/Adv Diskominfo Balikpapan)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *