SAHABATKALTIM, BALIKPAPAN : Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempercepat pendataan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai langkah penting untuk memperluas manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini dilakukan agar kelompok yang rentan terhadap masalah gizi tersebut dapat segera menerima bantuan makanan bergizi yang disiapkan pemerintah.
Percepatan pendataan menjadi fokus utama dalam rapat koordinasi yang melibatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Badan Gizi Nasional (BGN), serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, pemerintah ingin memastikan seluruh sasaran penerima manfaat dapat terdata secara akurat dan memperoleh layanan secara merata.
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, saat ini sebagian dapur MBG atau SPPG telah beroperasi dan melayani masyarakat. Namun, pemerintah pusat melalui BGN meminta agar layanan tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga menjangkau kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang membutuhkan asupan gizi lebih baik.
Menurut Bagus, keberhasilan program sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan data penerima.
“Karena itu, Pemkot bersama satuan tugas MBG, DP3AKB, dan BKKBN terus mempercepat proses verifikasi data agar segera dapat diserahkan kepada pengelola dapur MBG,” ucap Bagus usai menghadiri rapat, Rabu (3/6/2026).
Saat ini sedikitnya 12 SPPG di Balikpapan telah mulai memberikan layanan kepada kelompok 3B dengan jumlah penerima mencapai ratusan orang. Pemerintah menargetkan seluruh dapur MBG yang sudah aktif dapat menjangkau kelompok sasaran tersebut dalam waktu dekat.
Selain pendataan, pemerintah juga memastikan seluruh dapur MBG memenuhi standar keamanan pangan.
“Berbagai persyaratan seperti sertifikasi juru masak, Sertifikat Higiene dan Laik Fungsi (SHLF), hingga kelengkapan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) telah dipenuhi untuk menjamin makanan yang disalurkan aman dan sehat,” jelasnya.
Pemkot Balikpapan optimistis seluruh proses pendataan dan pemenuhan persyaratan dapat segera rampung.
Dengan demikian, manfaat Program Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan lebih luas, tidak hanya oleh pelajar, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi. (Nid)


















